Rabu 25 Januari 2023, 23:20 WIB

Nasib Kompetisi Ditentukan Pengurus PSSI Baru, Klub Liga 2 Tersandera

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Nasib Kompetisi Ditentukan Pengurus PSSI Baru, Klub Liga 2 Tersandera

Antara
Sejumlah suporter berbagai klub sepak bola protes atas penghentian Liga 2 dan Liga 3 oleh PSSI di Palu, Sulteng

 

PENGAMAT sepak bola nasional Akmal Marhali menilai klub-klub Liga 2 tersandera oleh keputusan mengenai nasib kompetisi yang akan ditentukan oleh kepengurusan PSSI periode 2023-2027. Kondisi itu juga membuka peluang adanya praktik transaksional yang bisa terjadi dalam pemilihan ketua umum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 16 Februari mendatang.

Koordinator Save Our Soccer itu menyayangkan PSSI tidak berani mengambil keputusan soal kelanjutan kompetisi Liga 2 pada rapat bersama klub bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Jadi klub Liga 2 ini tersandera. Pengurus PSSI yang selanjutnya belum tentu mau melanjutkan. Yang ada nanti bisa saja berpotensi ada transaksi jual beli suara ke calon ketua umum bersama klub Liga 2," kata Akmal saat dihubungi, Rabu (25/1).

Tak hanya ke klub Liga 2, Akmal mengatakan praktik transaksional juga bisa terjadi ke klub Liga 1. Pasalnya, lanjut atau tidaknya Liga 2 akan berpengaruh terhadap sistem degradasi dan promosi.

"Jadi klub Liga 1 yang (berpotensi) bisa degradasi tentu akan sangat besar berpeluang transaksional agar keputusan kompetisi tetap tanpa degradasi," ujarnya.

Dalam rapat bersama petinggi klub Liga 2 bersama PT LIB dan PSSI di Jakarta, Selasa (24/1) tidak menghasilkan keputusan kompetisi dilanjutkan atau tidak. Kelanjutan kompetisi akan dibawa ke Kongres Luar Biasa (PSSI) 16 Februari mendatang dan diserahkan ke pengurus PSSI terpilih.

"PSSI tidak bisa menjamin berjalannya kompetisi karena mereka dalam masa transisi menjelang KLB. Sementara LIB menyerahkan lanjutan Liga 2 kepada PSSI. Jadi mereka tidak bisa memberikan solusi lagi," kata Manajer Persipura Yan Mandenas usai pertemuan.

Yan menegaskan tidak akan ada transaksional antara klub Liga 2 dengan calon pimpinan PSSI. Yan berharap ke pengurus PSSI terpilih bisa melanjutkan kompetisi sebagai bentuk komitmen terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.

"Fokus kami lanjutan liga 2, kalau kami masuk ke situ (menekan calon ketua umum PSSI) nanti akan ada permainan voting-voting nanti. Ini kami menunggu konsistensi dalam penyelenggaraan liga, kalau tdk bisa diselesiakan akan jadi preseden buruk di mata internasional," ujar Yan Mandenas.

Manajer klub Bekasi City Hamka Hamzah menegaskan agar nasib kelanjutan Liga 2 2022-2023 tidak diputuskan melalui voting di KLB. Sebab, tidak semua klub Liga 2 berstatus sebagai pemilik suara (voter) PSSI. Saat Kongres Biasa PSSI 2023, tercatat ada 21 klub Liga 2, dari total 28 tim musim 2022-2023, yang menjadi voter PSSI. Sementara jumlah voter PSSI saat kongres itu adalah 87. Bekasi City sendiri adalah salah satu tim yang tidak termasuk voter PSSI.

"Voting bukan keputusan yang bagus. Jadi saya memohon teman-teman Liga 1, para Asprov, ketika nanti KLB, biarkan saja tim-tim Liga 2 berjuang untuk dirinya sendiri. Kalau mau, bantulah Liga 2," tandas Hamka. (OL-8)

Baca Juga

Twitter @Everton

Sean Dyche Resmi Jadi Pelatih Baru Everton

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 31 Januari 2023, 06:30 WIB
Mantan pelatih Burnley tersebut menggantikan posisi Frank Lampard, yang dipecat pada Selasa (24/1) setelah performa Everton makin...
Instagram @egymaulanavikri

Indra Sjafri Optimistis Egy Maulana akan Berkembang di Dewa United

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 31 Januari 2023, 06:00 WIB
Dewa United mengumumkan kedatangan Egy Maulana Vikri, Senin (30/1), sebagai rekrutan anyar pada bursa transfer paruh kedua Liga 1 Indonesia...
AFP/Paul ELLIS

Kalahkan Derby, West Ham akan Hadapi MU di Putaran Kelima Piala FA

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 31 Januari 2023, 05:34 WIB
Bowen membawa West Ham unggul di awal babak pertama sebelum Antonio menggandakan keunggulan the Hammers selepas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya