Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANDINGAN pekan ke-25 Liga 1 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan PSIM vs Persijap Jepara di Stadion Sultan Agung, Bantul (11/3/2026), berakhir dengan skor imbang 2-2. Namun, hasil akhir bukan satu-satunya yang menjadi buah bibir, melainkan keputusan kontroversial VAR yang menganulir gol kedua Borja Martinez.
Insiden yang terjadi pada menit ke-78 tersebut memicu protes keras dari kubu Laskar Kalinyamat. Untuk memahami mengapa gol tersebut dibatalkan, kita perlu membedah aturan teknis perwasitan dan kronologi kejadian di lapangan.
Berawal dari skema serangan balik cepat, Borja Martinez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang merobek jala gawang Cahya Supriadi. Pemain asal Spanyol itu sudah melakukan selebrasi emosional bersama pendukung Persijap yang hadir terbatas di Bantul.
Namun, wasit utama menghentikan permainan setelah mendapatkan instruksi dari ruang VAR. Setelah melakukan On-Field Review (OFR) selama kurang lebih tiga menit, wasit memutuskan bahwa gol tersebut tidak sah. Skor tetap bertahan 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan.
Banyak penggemar bertanya-tanya, karena dalam tayangan ulang Borja Martinez jelas berada di posisi onside. Lantas, apa yang salah? Jawabannya terletak pada posisi rekan setimnya, Iker Guarrotxena.
Berdasarkan FIFA Law 11 (Offside), seorang pemain bisa dihukum offside meskipun tidak menyentuh bola jika ia melakukan salah satu dari hal berikut:
Dalam kasus laga PSIM vs Persijap, Iker Guarrotxena berdiri di jalur lurus antara posisi menembak Borja Martinez dan kiper PSIM, Cahya Supriadi. Meskipun Guarrotxena tidak menyentuh bola, keberadaannya dianggap mengganggu reaksi kiper dalam mengantisipasi arah datangnya bola.
| Statistik | PSIM Yogyakarta | Persijap Jepara |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Total Tembakan | 12 | 9 |
| Tembakan ke Gawang | 7 | 5 |
| Pelanggaran | 14 | 18 |
Hasil 2-2 ini membuat PSIM Yogyakarta tertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga Super League 2025/2026, gagal menggeser Persija Jakarta di posisi tiga besar. Sementara itu, Persijap Jepara tetap berada di papan tengah, menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang sulit ditaklukkan saat melakoni laga tandang.
Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, mengaku bersyukur dengan hasil ini mengingat jalannya laga yang sempat terhenti akibat kendala teknis lampu stadion. "VAR adalah bagian dari sepak bola modern. Kami menghormati keputusan wasit," ujarnya singkat usai laga.
Anulirnya gol Borja Martinez adalah bukti nyata betapa krusialnya pemahaman aturan Offside Interference di era VAR. Meskipun secara fisik tidak menyentuh bola, posisi pemain di area penalti tetap bisa menentukan sah atau tidaknya sebuah gol. Drama di Stadion Sultan Agung ini akan terus menjadi bahan diskusi hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional. (H-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved