Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Drama VAR PSIM vs Persijap: Mengapa Gol Borja Martinez Dianulir?

Media Indonesia
12/3/2026 13:34
Drama VAR PSIM vs Persijap: Mengapa Gol Borja Martinez Dianulir?
Persijap Jepara(Instagram/@persijap_jepara)

PERTANDINGAN pekan ke-25 Liga 1 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan PSIM vs Persijap Jepara di Stadion Sultan Agung, Bantul (11/3/2026), berakhir dengan skor imbang 2-2. Namun, hasil akhir bukan satu-satunya yang menjadi buah bibir, melainkan keputusan kontroversial VAR yang menganulir gol kedua Borja Martinez.

Insiden yang terjadi pada menit ke-78 tersebut memicu protes keras dari kubu Laskar Kalinyamat. Untuk memahami mengapa gol tersebut dibatalkan, kita perlu membedah aturan teknis perwasitan dan kronologi kejadian di lapangan.

Kronologi Gol Borja Martinez yang Dianulir

Berawal dari skema serangan balik cepat, Borja Martinez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang merobek jala gawang Cahya Supriadi. Pemain asal Spanyol itu sudah melakukan selebrasi emosional bersama pendukung Persijap yang hadir terbatas di Bantul.

Namun, wasit utama menghentikan permainan setelah mendapatkan instruksi dari ruang VAR. Setelah melakukan On-Field Review (OFR) selama kurang lebih tiga menit, wasit memutuskan bahwa gol tersebut tidak sah. Skor tetap bertahan 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan.

Analisis Peraturan FIFA: Mengapa Itu Offside?

Banyak penggemar bertanya-tanya, karena dalam tayangan ulang Borja Martinez jelas berada di posisi onside. Lantas, apa yang salah? Jawabannya terletak pada posisi rekan setimnya, Iker Guarrotxena.

People Also Ask: Apa itu Offside Mengganggu Pandangan?

Berdasarkan FIFA Law 11 (Offside), seorang pemain bisa dihukum offside meskipun tidak menyentuh bola jika ia melakukan salah satu dari hal berikut:

  • Mencegah lawan memainkan atau mampu memainkan bola dengan secara jelas menghalangi garis pandang lawan (interfering with an opponent).
  • Menantang lawan untuk memperebutkan bola.
  • Melakukan tindakan yang jelas-jelas berdampak pada kemampuan lawan untuk memainkan bola.

Dalam kasus laga PSIM vs Persijap, Iker Guarrotxena berdiri di jalur lurus antara posisi menembak Borja Martinez dan kiper PSIM, Cahya Supriadi. Meskipun Guarrotxena tidak menyentuh bola, keberadaannya dianggap mengganggu reaksi kiper dalam mengantisipasi arah datangnya bola.

Catatan Teknis: Keputusan ini bersifat subjektif berdasarkan interpretasi wasit terhadap "gangguan" yang dialami kiper. Inilah alasan mengapa intervensi VAR sangat krusial dalam momen-momen krusial seperti ini.

Statistik Pertandingan PSIM vs Persijap (11 Maret 2026)

Statistik PSIM Yogyakarta Persijap Jepara
Penguasaan Bola 58% 42%
Total Tembakan 12 9
Tembakan ke Gawang 7 5
Pelanggaran 14 18

Dampak Hasil Imbang bagi Klasemen PSIM vs Persijap

Hasil 2-2 ini membuat PSIM Yogyakarta tertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga Super League 2025/2026, gagal menggeser Persija Jakarta di posisi tiga besar. Sementara itu, Persijap Jepara tetap berada di papan tengah, menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang sulit ditaklukkan saat melakoni laga tandang.

Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, mengaku bersyukur dengan hasil ini mengingat jalannya laga yang sempat terhenti akibat kendala teknis lampu stadion. "VAR adalah bagian dari sepak bola modern. Kami menghormati keputusan wasit," ujarnya singkat usai laga.

Anulirnya gol Borja Martinez adalah bukti nyata betapa krusialnya pemahaman aturan Offside Interference di era VAR. Meskipun secara fisik tidak menyentuh bola, posisi pemain di area penalti tetap bisa menentukan sah atau tidaknya sebuah gol. Drama di Stadion Sultan Agung ini akan terus menjadi bahan diskusi hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya