Jumat 25 November 2022, 11:03 WIB

Sepak Bola Meluruhkan Politik Identitas di Negeri Samba

Adiyanto | Sepak Bola
 

Selama dua putaran pemilu yang digelar di Brasil akhir Oktober dan awal November lalu, para pendukung calon presiden petahana Jail Bolsonaro menggunakan atribut kuning-hijau, warna bendera dan juga kostum kebesaran tim nasional negeri itu, sebagai simbol identitas.

Namun, saat Piala Dunia di Qatar digelar dan tim Samba mulai bertanding, simbol identitas politik itu luruh. Warna itu kini jadi kebanggaan bersama seluruh negeri. Bahkan, Luiz Inacio Lula da Silva, presiden sayap kiri terpilih yang akan dilantik pada Januari nanti, terlihat mengenakan kostum tersebut. Melalui foto yang diunggah di akun twitter-nya, Kamis (24/11) Lula bersama istrinya terlihat mengenakan kostum timnas Brasil. "Selamat Brasil. Kami kini menyongsong gelar keenam,” tulisnya.

Brasil, juara dunia lima kali, kemarin mengawali laga di Piala Dunia tahun ini dengan meraih kemenangan  2-0 atas Serbia. Selama pertandingan jalan-jalan di kota Rio dan Sao Paulo, terlihat lengang. Warga antusias menyaksikan pertandingan, baik di rumah, kafe, atau tempat lainnya menggelar acara nonton bareng (nobar), salah satunya di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro. Di tempat ini, lautan manusia terlihat mengenakan kostum kuning-hijau. Mereka serius menyaksikan Neymar dkk beraksi melalui sebuah layar raksasa.

"Saya sempat khawatir karena selama babak pertama kami tidak mampu mencetak gol. Tapi saya yakin Brasil akan mencapai final dan memenangkan turnamen ini,” kata Ferreira, 51, seorang pekerja konstruksi yang ikut acara nobar tersebut kepada AFP.

Brasil terakhir kali menjadi juara pada 2002 saat perhelatan itu digelar di Korea Selatan dan Jepang. Itu artinya, mereka telah 20 tahun paceklik gelar. "Tidak diragukan lagi, piala itu milik kita tahun ini," kata Vinicius Junior, penyerang Brasil yang merumput di Real Madrid. Pemain yang akrab disapa Vini itu, secara akurat memprediksi dua gol Richarlison sebelum pertandingan Brasil kontra Serbia.

"Kami hanya harus bersabar," kata Milton de Souza, seorang bartender di tepi pantai Copacabana. "Tidak ada yang pasti dalam sepak bola," imbuh pria berusia 58 tahun tersebut.

Perjalanan Brasil untuk memenangkan trofi Piala Dunia memang masih panjang. Namun, aksi Neymar dkk di Piala Dunia Qatar tahun ini, setidaknya telah meraih simpati jutaan orang di negeri itu. Mereka tidak lagi tabu atau takut mengenakan kostum Selecao (sebutan timnas Brasil), yang pada pemilu lalu jadi simbol politik identitas.  

"Awalnya orang-orang menolak. Mereka benar-benar menunggu sampai menit terakhir untuk membeli (atribut kuning dan hijau), karena situasi politik," kata salah seorang pedagang,  Giselle de Freitas, di Copacabana. (M-3)

 

Baca Juga

ANTARA/Fikri Yusuf

Shin Tae-yong Fokus Perkuat Fisik Dan Konsistensi Pemain Timnas

👤Widhoroso 🕔Rabu 07 Desember 2022, 23:29 WIB
PELATIH Timnas Indonesia, Shin Tae-yong fokus memperkuat fisik dan konsistensi pemain sebelum tampil menghadapi Kamboja di laga perdfana...
AFP/Alberto PIZZOLI

Van Dijk: Sebuah Kehormatan Bermain Melawan Messi

👤Widdhoroso 🕔Rabu 07 Desember 2022, 23:18 WIB
BEK sekaligus kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, menyadari bahwa Lionel Messi bakal menjadi ancaman tersendiri bagi skuat...
AFP/Franck Fife

Inggris Tidak Akan Istimewakan Mbappe

👤Widhoroso 🕔Rabu 07 Desember 2022, 23:10 WIB
KYLE Walker menegaskan Inggris tidak akan memberi perlakuan istimewa terhadap Kylian Mbappe saat menghadapi Prancis di perempat final Piala...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya