Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGLIMA TNI Andika Perkasa mengatakan pihaknya telah memeriksa lima prajurit yang terbukti melakukan tindak kekerasan kepada masyarakat di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) lalu. Sebanyak empat dari lima anggota itu sudah mengakui kesalahan. Adapun, satu anggota masih menyangkal.
"Dari video yang beredar kan bisa jadi bukti awal. Dari situ kita periksa lima prajurit. Empat sudah mengaku. Satu belum. Tapi kami tidak menyerah. Kami terus minta info dari siapapun juga. Siapapun yang punya video kekerasan, berikan ke kami," ujar Andika selepas perayaan HUT ke-77 TNI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/10).
Menurutnya, tindakan yang dilakukan lima anggota itu sangat tidak dibenarkan dan melampaui batas kewenangan.
"Mereka menyerang masyarakat yang sebetulnya tidak menyerang mereka, bahkan membelakangi. Itu menurut saya sangat sangat tidak bagus," jelasnya.
Baca juga: Soal Kanjuruhan, Presiden Sudah Bicara dengan Presiden FIFA
Tidak hanya memeriksa para prajurit yang terlibat langsung dalam tindakan kekerasan, Andika mengatakan TNI akan meminta keterangan dari unsur pimpinan yang bertugas di Kanjuruhan saat tragedi terjadi.
"Kita periksa juga yang lebih atasnya. Prosedur apa yang mereka lakukan. Apakah mereka sudah mengingatkan dan seterusnya. Ini satu bentuk evaluasi karena tidak boleh terjadi. Penekanan tentang batas kewenangan TNI dalam bertindak itu tidak berjalan," ucap Andika.
Terkait sanksi, ia menegaskan seluruh anggota yang terlibat dalam tindak kekerasan di Kanjuruhan akan dihadapkan pada hukuman pidana. Setidaknya, mereka akan dikenai pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 126 KUHPM tentang tindakan menyalahgunakan kewenangan.
"Di pasal-pasal ini kan ada ancaman hukuman. Saya berusaha untuk tidak ke sanksi etik. Bagi saya, itu sangat jelas pidana," tegas Andika.(OL-5)
Komandan PMPP TNI menjenguk personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S di Beirut. Simak komitmen perlindungan TNI bagi Pasukan di tengah konflik Libanon.
Teddy Indra Wijaya dinilai sebagai perwira muda dengan kepemimpinan menjanjikan. Hendropriyono menyoroti integritas, kerendahan hati, dan kapasitasnya.
Jenazah Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar tiba di Cimahi dan disambut ratusan pelayat. Almarhum akan dimakamkan secara militer di TMP Cikutra Bandung.
Mengenal sosok Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar di mata keluarga. Dikenal saleh, rendah hati, dan gemar bermain musik sebelum mengabdi di Akademi Militer.
Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon disambut melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.
PENGAMANAN di area gedung Terminal 3 VVIP, Bandara Internasional Soekarno Hatta,Tangerang, diperketat menjelang kedatangan tiga jenazah prajurit TNI dari UNIFIL yang gugur di Libanon
Pengamat keamanan Muradi mengkritik instruksi "masuk bunker" bagi prajurit TNI di Lebanon. Ia mendesak pemerintah memberi mandat balas serangan atau menarik pasukan demi keselamatan
Panglima TNI Agus Subiyanto pimpin pemakaman militer Mayor Zulmi Aditya di TMP Cikutra Bandung. Almarhum gugur saat misi perdamaian Libanon
DPR menilai perintah Panglima TNI agar prajurit berlindung di bunker di Libanon sebagai langkah cepat demi keselamatan di tengah eskalasi konflik.
PANGLIMA TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang kini bertugas dalam misi perdamaian bersama UNIFIL di Libanon tetap berada di dalam bungker.
Pemerintah memberikan santuan bagi keluarga prajurit TNI yang gugur di Libanon.
Penghargaan diwujudkan melalui program pemberangkatan ibadah umrah ke Tanah Suci secara bertahap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved