Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Sosok Mayor Zulmi di Mata Keluarga: Prajurit Saleh yang Gemar Bermusik

Roni Kurniawan     
04/4/2026 22:08
Sosok Mayor Zulmi di Mata Keluarga: Prajurit Saleh yang Gemar Bermusik
Jenazah Mayor Zulmi Tiba di Bandara Husein Sastranegara(MetroTV/Roni Halim)

DUKA mendalam menyelimuti kediaman almarhum Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar di kawasan Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (4/4). Di mata orang-orang terdekatnya, perwira yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon ini bukan sekadar prajurit tangguh, melainkan sosok anak yang santun dan membanggakan.

Risman Efendi, perwakilan keluarga almarhum, mengenang Zulmi sebagai pribadi yang memiliki kedekatan luar biasa dengan keluarga. Nilai-nilai keagamaan dan sikap rendah hati menjadi ciri khas yang melekat kuat dalam ingatan mereka.

“Di keluarga, almarhum itu sangat baik, saleh, dan menjadi kebanggaan kami semua,” ujar Risman kepada metrotvnews.com di rumah duka, Sabtu (4/4).

Dari Studio Musik ke Akademi Militer

Jauh sebelum mendedikasikan hidupnya untuk baret hijau, Zulmi tumbuh sebagai remaja aktif dengan minat yang beragam. Layaknya anak muda seusianya, ia sangat menggemari dunia olahraga dan seni, khususnya musik.

"Seperti anak pada umumnya, beliau suka bermain musik, terutama band, dan juga olahraga," kenang Risman.

Ketertarikan Zulmi terhadap musik bahkan sudah terlihat menonjol sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Bersama teman-temannya, almarhum aktif mengeksplorasi bakat bermusiknya dalam sebuah grup band. Namun, panggilan tugas negara rupanya lebih kuat. Setamat SMA, Zulmi memilih jalan pengabdian dengan mendaftar ke Akademi Militer (Akmil).

"Sejak SMA memang sudah aktif bermusik, tapi setelah lulus beliau masuk Akademi Militer dan fokus pada kariernya," jelas Risman.

Kebanggaan yang Tak Tergantikan

Keputusan tersebut menjadi titik balik bagi Zulmi. Fokus hidupnya beralih sepenuhnya pada dunia kemiliteran hingga akhirnya ia dipercaya menjalankan misi internasional di Libanon Selatan. Bagi keluarga, dedikasi dan komitmen Zulmi sebagai prajurit adalah warisan kebanggaan yang tidak akan pernah tergantikan oleh apa pun.

Meski kini raga sang prajurit telah tiada, kenangan tentang sosoknya sebagai anak yang saleh akan terus hidup di hati keluarga besar.

"Tentu kita sangat kehilangan dengan sosok anak yang saleh dan menjadi kebanggaan keluarga," tutup Risman dengan nada getir.

Mayor Zulmi merupakan satu dari tiga prajurit terbaik TNI yang gugur saat menjalankan tugas perdamaian dunia. Dua prajurit lainnya adalah Serka (Anm) M. Nur Ichwan dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Ketiganya meninggal dunia akibat tembakan artileri yang mengenai posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Libanon Selatan, pada Minggu (29/3) lalu.

Sebelum dipulangkan ke tanah air, UNIFIL telah menggelar upacara penghormatan terakhir pada Kamis (2/4/2026) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Force Commander sekaligus Head of Mission UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.

Penghormatan terakhir di Libanon tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon beserta jajaran KBRI, Atase Pertahanan RI di Kairo, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, serta unsur militer Lebanon dan kontingen internasional lainnya.

(MetroTV/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya