Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GARETH Southgate telah menghidupkan kembali asa fans sepak bola Inggris untuk penantian trofi internasional pertama mereka sejak kemenangan mereka di Piala Dunia pada 1966. Pelatih berusia 50 tahun itu berhasil membimbing The Three Lions dengan gaya bermain baru, pertahanan rapat, lini tengah yang solid, dan barisan serang tajam.
Gareth Southgate tak lagi terpatok pada gaya klasik kick and rush. Dia bahkan memilih bermain pragmatis, sesuai dengan kebutuhan tim dan lawan yang dihadapi.
Tak ada bintang yang menonjol di Inggris. Itu malah membuat The Three Lions bermain lebih sebagai tim, berbeda dengan tim-tim Inggris sebelumnya.
Inggris juga mendapatkan kabar baik setelah winger milik Arsenal, Bukayo Saka, dipastikan pulih dari cedera ankle dan siap bermain pada laga melawan Denmark.
Bukayo Saka kemungkinan besar akan kembali dipilih Southgate untuk mengisi pos winger kanan timnas Inggris pada laga melawan Denmark. Southgate harus benar-benar cermat memilih winger kanan yang akan menemani Raheem Sterling dan Harry Kane di lini depan.
Sebab, timnas Denmark yang kemungkinan besar akan tetap bermain dengan skema 3-4-3 memiliki wing-back kiri yang sangat berbahaya, yakni Joakim Maehle.
Baca juga: Jelang Laga Hadapi Denmark, Inggris Lupakan Luka Semi Final Piala Dunia
Secara umum, Denmark telah menerapkan pendekatan high-line dan high-pressing dan dengan agresif menggiring bola hingga area penalti lawan.
Tetapi mereka juga sangat fleksibel. Pelatih Denmark Kasper Hjulmand sering mengubah formasi di tengah pertandingan. Umumnya ia memindahkan Andreas Christensen ke lini tengah untuk menukar 3-4-3 dengan 4-3-3 dan beradaptasi dengan ritme permainan.
Hjulmand adalah ahli taktik terbaik yang pernah dihadapi Gareth Southgate di turnamen sejauh ini.
Southgate kemungkinan besar akan kembali ke 3-4-3, seperti yang dia lakukan di babak 16 besar melawan Jerman, untuk meniru Denmark dan menutup Maehle, dengan pergerakan cerdas Raheem Sterling.
Pelatih legendaris Timnas Italia, Fabio Capello menilai jika Southgate bisa menangkan perubahan taktik lawannya dengan cepat. Andai lawan menguasai bola, Inggris akan bermain agresif dengan merubah skema bermain mereka.
“Di sisi sayap mereka punya pemain yang cepat. Southgate menyadari bahwa terus bermain dengan garis pertahanan yang mundur saat lawan menguasai bola tidak memberikan hasil. Sekarang dua bek tengah menyerang penyerang yang menerima bola,” katanya.
Timnas Inggris memiliki dua pengalaman pertandingan semi final. Pada Piala Dunia 2018, Inggris harus menyingkir setelah kalah 1-2 dari Kroasia.
Sementara itu, pada Liga Bangsa-Bangsa, Inggris juga harus menghentikan langkahnya hanya sampai di babak semifinal usai kalah 1-3 dari Belanda.
Southgate percaya diri dengan kemampuan Inggris pada babak semifinal berdasarkan pengalaman di Piala Dunia dan Liga Bangsa-Bangsa. Ia meyakini, di Piala Eropa 2020 bisa lolos ke Final.
"Kami lebih siap untuk semifinal ini karena kami telah menjalaninya sebelumnya. Kami memiliki dua semifinal lainnya sebelum yang satu ini," katanya.
Pemain Denmark, Andreas Christensen yakin bahwa timnya mampu memberi perlawanan sengit kepada Inggris. Ia mewaspadai bagaimana pergerakan striker andalan Three Lions, Harry Kane, yang juga kapten dari timnas Inggris. Pemain Chelsea itu mengakui kualitas dari Kane, tapi sudah mengenal betul karakter dari Kane.
"Saya merasa kami memiliki kualitas untuk bermain melawan semua tim. Sebagai sebuah tim, saya tidak akan mengatakan mereka jauh lebih baik. Wembley adalah stadion untuk pertandingan besar. Saya memiliki kenangan baik dan buruk dari sana," ucap Christensen. (Goal/Footballitalia/OL-4)
Di usia 33 tahun, delapan bulan, dan 30 hari, Lucy Bronze adalah pemain tertua timnas Inggris di Piala Eropa Putri 2025 dan bermain 598 menit sepanjang Piala Eropa Putri.
Kemenangan di Piala Eropa Putri ini menegaskan dominasi timnas Inggris di kancah sepak bola putri Eropa, sekaligus menambah koleksi gelar mereka menjadi dua kali berturut-turut.
Kemenangan ini menandai sejarah bagi timnas Inggris sebagai tim kedua setelah Jerman yang mampu menjuarai Piala Eropa Putri secara beruntun (2022 dan 2025).
Gol Aitana Bonmati di babak tambahan waktu mengantarkan timnas Spanyol meraih kemenangan 1-0 atas timnas Jerman di semifinal Piala Eropa Putri 2025, Kamis (24/7) dini hari WIB.
Chloe Kelly mencetak gol penentu kemenangan timnas Inggris pada menit ke-119, menyambar bola muntah hanya setelah kiper Italia Laura Giuliani berhasil menyelamatkan tendangan penaltinya.
Kiper timnas Jerman Ann-Katrin Berger menahan dua eksekusi penalti pemain timnas Prancis saat babak adu penalti perempat final Piala Eropa Putri.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
Sekjen NATO Mark Rutte mengklarifikasi bahwa pertemuannya dengan Donald Trump fokus pada keamanan Arktik, bukan pengalihan kedaulatan Greenland.
Menteri Luar Negeri Denmark merespons positif pernyataan Donald Trump yang membatalkan ancaman militer ke Greenland dan menunda perang dagang.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump tiba di Davos, Swis, Rabu (21/1) waktu setempat, dengan membawa polemik besar yang menguji hubungan Amerika Serikat dan Eropa.
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved