Sabtu 12 Juni 2021, 04:13 WIB

Merih Demiral Bikin Gol Bunuh Diri sebagai Pembuka Euro 2020

Mediaindonesia.com | Sepak Bola
Merih Demiral Bikin Gol Bunuh Diri sebagai Pembuka Euro 2020

AFP/Filippo Monteforte.
Bek Turki Merih Demiral (kanan) mencetak gol bunuh diri pada pertandingan sepak bola Grup A UEFA EURO 2020 antara Turki dan Italia.

 

BEK tim nasional Turki Merih Demiral masuk catatan sejarah sebagai pencetak gol perdana babak utama Euro 2020. Sayangnya itu merupakan gol bunuh diri yang membuat tuan rumah Italia unggul dalam laga pembuka di Stadion Olimpico, Roma, Jumat (11/6) waktu setempat (Sabtu WIB).

Gol itu tercipta pada menit ke-53, saat bek Juventus tersebut berusaha menghalau umpan tarik Domenico Berardi, tetapi bola memantul mengenai dadanya sebelum bersarang ke gawang Turki. Ini menjadi kali pertama di Piala Eropa, gol pertama satu edisi turnamen merupakan gol bunuh diri.

Gol tersebut seolah melegakan para pemain Italia yang dibuat frustrasi pada babak pertama lantaran bola dua kali mengenai tangan pemain Turki, Caglar Soyuncu dan Zeki Celik, di dalam area terlarang tapi klaim tendangan penalti tak dikabulkan oleh wasit Danny Makkelie maupun VAR.

Sebelumnya, kapten Italia Giorgio Chiellini nyaris membuka keunggulan tuan rumah ketika menyambut bola sepak pojok kiriman Lorenzo Insigne. Sayang sundulannya bisa ditepis oleh kiper Ugurcan Cakir ke atas mistar gawang.

Lantas dua menit jelang turun minum, Ciro Immobile juga menebarkan ancaman di antara celah sempit lini pertahanan Turki, tetapi tembakan datarnya bisa diamankan relatih mudah oleh Cakir. Gol pembuka tercepat di babak utama Euro masih menjadi milik gelandang legendaris Yunani, Georgios Karagounis, yang menjebol gawang tuan rumah Portugal saat laga baru berusia tujuh menit pada Piala Eropa 2004.

Karagounis juga menjadi pemain terakhir yang mencetak gol pembuka turnamen sekaligus berakhir dengan medali juara di pengujung Euro yang sama. Selain Karagounis hanya ada dua nama lain yang pernah mencetak gol pembuka babak utama Euro dan menjadi juara di pengujung turnamen, sejak babak utama Piala Eropa menggunakan format grup mulai 1980.

Kedua nama itu ialah legenda Prancis Michel Platini pada 1984 dan legenda Jerman Barat Karl-Heinz Rummenige empat tahun sebelumnya. Sedangkan era 1960-1976 yang babak utama Euro tak ubahnya empat besar relatif umum untuk pencetak gol pembuka dan timnya menjadi runner-up atau bahkan juara turnamen.

Berikut daftar pencetak gol pembuka turnamen tiap edisi Euro:
 
2016: Olivier Giroud (Prancis 2-1 Rumania).
2012: Robert Lewandowski (Polandia 1-1 Yunani).
2008: Vaclav Scerkos (Republik Ceko 1-0 Swiss).
2004: Georgios Karagounis (Yunani 2-1 Portugal).
2000: Bart Goor (Belgia 2-1 Swedia).
1996: Alan Shearer (Inggris 1-1 Swiss).
1992: Jan Eriksson (Swedia 1-1 Prancis).
1988: Roberto Mancini (Italia 1-1 Jerman Barat).
1984: Michel Platini (Prancis 1-0 Denmark).
1980: Karl-Heinz Rummenigge (Jerman Barat 1-0 Cekoslowakia).
1976: Anton Ondrus (Cekoslowakia 3-1 Belanda).
1972: Gerd Mueller (Jerman Barat 2-1 Belgia).
1968: Dragan Dzajic (Yugoslavia 1-0 Inggris).
1964: Valery Voronin (Uni Soviet 3-0 Denmark).
1960: Milan Galic (Yugoslavia 5-4 Prancis). (Ant/OL-14)

Baca Juga

AFP/CARL DE SOUZA

Gol Telat Casemiro Antar Brasil Kalahkan Kolombia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 24 Juni 2021, 11:12 WIB
Hasil itu sekaligus memastikan Brasil melaju ke perempat final Copa America 2021 sebagai juara Grup B dengan raihan sembilan poin dari tiga...
AFP/NELSON ALMEIDA

Ekuador dan Peru Imbang di Laga Copa America

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 24 Juni 2021, 07:34 WIB
Hasil imbang itu membuat Peru mengantongi empat poin, sama dengan Kolombia di peringkat kedua klasemen Grup B. Adapun Ekuador meraih dua...
Ist

LIB Optimistis Bisa Cegah Covid-19 di Liga 1

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 24 Juni 2021, 06:47 WIB
LIB tetap percaya diri menggelar Liga 1 terpusat di Pulau Jawa, wilayah dengan kasus infeksi covid-19 tertinggi di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya