Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Gattuso Akui Italia Rapuh Setelah Dibantai Norwegia 4-1: Ini Mengkhawatirkan

Thalatie K Yani
17/11/2025 07:31
Gattuso Akui Italia Rapuh Setelah Dibantai Norwegia 4-1: Ini Mengkhawatirkan
Gennaro Gattuso meminta maaf dan mengakui Italia menunjukkan keruntuhan mental saat kalah 4-1 dari Norwegia. (Media Sosial X)

PELATIH tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, tidak menutupi kekecewaannya usai kekalahan 4-1 dari Norwegia di San Siro. Kekalahan itu terasa pahit karena Italia sempat unggul lebih dulu lewat Francesco Pio Esposito, namun kemudian tampil buruk di babak kedua hingga kebobolan tiga gol tambahan.

Italia sejak awal memahami posisi mereka sulit, karena diperlukan kemenangan 9-0 untuk merebut peringkat pertama Grup I. Kendati demikian, kemenangan tetap diharapkan untuk membalas kekalahan 3-0 di Oslo pada Juni lalu dan menjaga momentum positif menuju play-off Piala Dunia.

Namun, hasil justru berbalik menjadi kekalahan pertama Gattuso sejak memimpin Azzurri.

“Kita Jatuh Berantakan, Itu yang Mengkhawatirkan”

Dalam konferensi pers, Gattuso kembali menyoroti buruknya penampilan di 45 menit kedua.

“Saya tidak berpikir itu masalah fisik. Setelah jeda, dalam 30 detik kami memberi mereka peluang, lalu kami mundur dan mereka mulai mengontrol pertandingan,” ujarnya.

“Kami mulai berlari dengan cara berbeda. Kami bermain sesuai kekuatan mereka dan mereka menghukum kami.”

Ia menambahkan keruntuhan mental lebih mengkhawatirkan dibanding kesalahan teknis. “Bahkan saat membangun serangan dari belakang, semuanya berubah. Davide Frattesi tidak lagi bergerak melebar. Kami berhenti melakukan pergerakan yang benar. Itulah penyesalan terbesar.”

Gattuso mengakui hasil ini menyulitkan Italia yang berisiko gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. “Ini mengkhawatirkan, saya akan menjadi munafik jika berkata sebaliknya. Pertandingan seperti ini tidak boleh kalah 4-1. Kami harus mampu bereaksi, bukan seperti hari ini.”

Masalah Mentalitas dan Minimnya Reaksi

Gattuso menilai timnya terlalu mudah kehilangan kepercayaan diri. “Kami tidak boleh begitu ketakutan dan menahan diri. Pada tanda masalah pertama, kami kehilangan rasa percaya. Banyak hal membebani kami karena tidak lolos ke dua Piala Dunia terakhir.”

Terkait pendukung yang menyoraki tim, Gattuso tidak menyalahkan mereka.
“Pada akhir babak pertama, saya puas dengan permainan dan dukungan fans. Tapi bicara saja tidak cukup. Ini malam yang tidak pantas untuk siapa pun yang datang memberi dukungan.”

Tidak Cukup dengan Satu Pemimpin

Soal apakah Italia kekurangan sosok pemimpin, Gattuso menilai masalahnya lebih kompleks. “Memiliki seorang pemimpin tidak cukup. Saat momen sulit, kami harus tetap bersatu. Yang membuat saya marah adalah babak kedua kami tidak lagi membangun serangan dengan lancar. Jika takut membuat kesalahan, Anda bermain dengan rem tangan.”

Ketika ditanya kemungkinan kembalinya Federico Chiesa, ia hanya menjawab singkat. “Dia pemain penting dengan karakteristik khusus, tetapi harus merasa nyaman. Kami akan berbicara lagi dan melihat hasilnya.”

Gattuso menutup konferensi pers dengan penyesalan mendalam.
“Saya jujur saja, saya lebih suka jika Norwegia mengajari kami pelajaran sepak bola dari awal sampai akhir. Itu akan lebih mudah diterima. Rasa sakitnya karena kami menunjukkan dua wajah berbeda.” (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya