Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MATTEO Berrettini dan Flavio Cobolli membawa timnas Italia meraih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut ketika mereka meraih kemenangan atas timnas Spanyol di Bologna, Senin (24/11) WIB.
Pada pertandingan pembuka, Berrettini tampil gemilang dengan mengalahkan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta 6-3 dan 6-4 untuk memberi negaranya awal yang sempurna.
Cobolli kemudian bangkit dari kekalahan tujuh dari delapan gim pertama dalam pertandingannya melawan Jaume Munar untuk meraih kemenangan 1-6, 7-6(5), dan 7-5 untuk membuat para pemain cadangan Italia dan penonton tuan rumah yang memadati lapangan bersorak.
Dikutip dari ATP, Italia juga meraih kemenangan di Final Piala Davis 2023 dan 2024 di Malaga dan kini menjadi negara pertama setelah Amerika Serikat (1968-1972) yang meraih tiga gelar berturut-turut.
Berrettini memastikan Italia mengawali final dengan sempurna dengan penampilan impresif saat melakukan servis.
Petenis berusia 29 tahun itu melepaskan 13 ace dan tidak menghadapi break point dalam perjalanannya meraih kemenangan dalam waktu 79 menit.
Petenis peringkat 56 ATP itu telah memenangi 11 pertandingan Piala Davis terakhirnya, sejak 2022.
Dengan harapan Italia yang saat itu tertuju pada Cobolli, petenis berusia 23 tahun itu menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk bangkit setelah awal yang lambat melawan Munar.
Setelah kalah di set pertama dan kehilangan servisnya tepat di awal set kedua, Cobolli secara krusial mematahkan servis lawan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Ia kemudian mengonversi set point ketujuhnya di set kedua untuk memaksakan set penentuan dan menemukan kunci kemenangan di gim ke-11 set ketiga.
Cobolli menikmati pekan yang mengesankan di kandang sendiri, setelah menyelamatkan tujuh match point dalam kemenangannya melawan Zizou Bergs dari Belgia di semifinal.
Sang juara bertahan mengalahkan Ceko dan Jerman dalam perjalanan ke final. Sementara itu, Spanyol berlaga di final Piala Davis untuk pertama kalinya sejak menang pada 2019.
Italia menjadi negara dengan petenis non-Grand Slam pertama yang memenangi Piala Davis dan Piala Billie Jean King di musim yang sama beberapa kali, setelah Amerika Serikat dan Australia.
Pekan ini, Italia berhasil melakukannya tanpa bantuan bintang Top 10, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved