Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ITALIA mengalahkan Austria di perempat final Piala Davis untuk selangkah lebih dekat menjadi negara pertama yang memenangkan tiga gelar berturut-turut selama 53 tahun.
Kemenangan dua set langsung di nomor tunggal bagi Matteo Berrettini dan Flavio Cobolli membawa kemenangan bagi tim Italia yang mendominasi meskipun kehilangan dua pemain terbaik negara itu, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti.
Italia melaju ke semifinal melawan Belgia, Jumat (21/11), setelah lawan mereka berikutnya mengalahkan Prancis pada hari pembukaan Final di Bologna.
Mereka akan memulai pertandingan itu dengan rekor 12 kemenangan beruntun di Final Piala Davis, yang dimulai sejak babak penyisihan grup turnamen 2023.
Di babak undian lainnya, Spanyol akan menghadapi Rep Ceko sebelum Argentina melawan Jerman, Kamis (20/11).
Penyelenggara Piala Davis mengonfirmasi kepada BBC Sport minggu ini bahwa pembicaraan akan dilakukan mengenai format turnamen di masa mendatang di tengah absennya beberapa pemain top di ajang tahun ini.
Termasuk di antaranya adalah pemain 10 besar Italia, Sinner dan Musetti, sementara petenis nomor dua dunia, Sinner, memilih untuk memaksimalkan pemulihannya selama jeda singkat enam minggu setelah meraih kemenangan di ATP Finals, Minggu (16/11).
Namun, sebagai gantinya, Berrettini dan Cobolli tampil gemilang bagi negara mereka.
Mantan runner-up Wimbledon, Berrettini, mengawali Italia dengan positif dengan mengalahkan petenis peringkat 177, Jurij Rodionov, 6-3 dan 7-6 (7-4).
Berrettini, petenis peringkat 56 dunia, merebut set pembuka dengan satu break servis, tetapi menghadapi perjuangan berat di set kedua ketika servisnya dipatahkan untuk pertama kalinya dan tertinggal 5-2.
Petenis berusia 29 tahun itu merespons dengan sangat baik, bertahan dari tiga set point hingga kedudukan imbang 5-5 dan mempertahankan momentum tersebut untuk merebut kendali tie-break dan menghindari set penentuan.
"Ketika saya bermain untuk negara saya, saya hanya berpikir untuk mencoba meraih poin berikutnya, berusaha berjuang sekuat tenaga untuk rekan satu tim saya, untuk semua orang yang ada di sini dan semua orang yang menonton dari rumah," kata Berrettini.
"Itulah keistimewaan terbesar. Jika saya menang, itu lebih baik, tetapi saya berusaha menikmati setiap momen di lapangan. Itu sesuatu yang sangat istimewa," lanjutnya.
Petenis nomor 22 dunia, Cobolli, menyusul rekan senegaranya dengan kemenangan meyakinkan 6-1 dan 6-3 atas petenis nomor satu Austria, Filip Misolic.
Cobolli, yang berusia 23 tahun, yang tampil mengesankan dengan melaju ke perempat final Wimbledon tahun ini, mendominasi set pertama yang hanya berlangsung 30 menit dengan tiga kali break servis.
Ia mempererat cengkeramannya pada pertandingan di awal set kedua, mengamankan break awal saat ia memimpin 3-0, sebelum dengan percaya diri melakukan servis untuk meraih kemenangan.
Cobolli sependapat dengan rekan setimnya dalam wawancara pascapertandingan, dengan mengatakan: "Kami semua ingin memenangkan piala ini dan saya merasakan dukungan dari bangku cadangan, sungguh luar biasa."
"Ketika saya bermain untuk mereka, itu adalah sesuatu yang tak terlukiskan," lanjutnya. (bbc/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved