Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DI hari raya lebaran biasanya muncul dorongan untuk menyantap aneka hidangan seperti rendang dan opor ayam yang dapat meningkatkan kadar kalori dalam tubuh, apakah hal tersebut diperbolehkan bagi diabetesi (pengidap diabetes)?
Dokter spesialis penyakit dalam dari RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Syahidatul Wafa menganjurkan konsumsi makanan saat lebaran perlu memperhatikan kebutuhan kalori tubuh.
"Memang ini salah satu tantangan untuk kita semua saat hari raya, asupan kalori lebih tinggi dari kebutuhan barangkali juga lebih tinggi dari hari-hari biasa karena makanannya enak-enak. Boleh atau gak boleh (konsumsi kalori berlebih) tentu jawabannya disesuaikan dengan kebutuhan kalori," kata Wafa, dikutip Sabtu (6/4)
Baca juga : Yuk Kenal Lebih Dekat Soal Idul Fitri
Wafa menjelaskan, tubuh individu yang tidak mengidap diabetes memiliki mekanisme yang dapat mengontrol asupan kalori yang masuk ke tubuh dengan cara memproduksi insulin.
Akan tetapi, pada diabetesi tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengendalikan kalori sehingga memicu peningkatan kadar gula darah.
Apabila diabetesi sulit mengendalikan asupan makannya saat lebaran, Wafa mengatakan hal tersebut dapat ditangani dengan meningkatkan dosis obat atau insulin.
Baca juga : Rayakan Momen Idul Fitri, Nikmati Beragam Promo di Fraser Residence Menteng Jakarta
"Misalnya ada yang mendapatkan obat-obatan yang minum ada kemungkinan dosisnya perlu dinaikkan, apalagi yang mendapatkan insulin. Kalau mendapatkan insulin misalnya kalau makannya lebih banyak dari biasanya dosis insulinnya bisa dinaikkan agar gula darahnya tidak terlalu tinggi," jelas Wafa.
Wafa menganjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan penyesuaian dosis obat diabetes agar takaran yang diterima tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh diabetesi.
"Sebaiknya untuk pasien diabetes ada konsultasi dengan dokter secara khusus sehingga penyesuaian obat ini bisa pas karena setiap pasien berbeda-beda penyesuaian dosis obatnya dan waktu makan obatnya, sesuai dengan kontrol gula darahnya," tutur Wafa.
Kendati demikian, Wafa tetap menganjurkan sebisa mungkin untuk mengendalikan asupan makanan saat hari raya lebaran karena kenaikan gula darah secara signifikan berbahaya bagi kesehatan diabetesi.
"Gula darahnya tinggi itu bisa menyebabkan komplikasi, komplikasi apa yang bisa terjadi? Hiperglikemia atau gula darahnya tinggi sekali misalnya bisa di atas 300 mg/dl apalagi kalau terjadi dehidrasi ini bisa memicu kegawatan," pungkas Wafa. (Ant/Z-1)
Pemanis buatan seperti sakarin dan asesulfam K sudah lama digunakan sebagai pengganti gula. Namun, rasa pahit yang menyertai sering kali menjadi kendala.
Diet yang mengurangi asupkan kalori secara ekstrem, bisa berdampak serius pada kesehatan mental.
Kini ada cara yang lebih sehat untuk memasak nasi agar kandungan kalorinya berkurang hingga 60%.
Kenaikan berat badan saat bulan puasa biasanya terjadi karena kalori input atau yang masuk lebih besar dibandingkan kalori yang keluar.
Jajanan sehat dapat diartikan sebagai jajanan yang segar atau bukan berasal dari makanan kemasan dan pabrikan. Salah satu contohnya adalah buah-buahan, sayuran, dan lain sebagainya.
Pada tahap kenaikan berat badan ibu hamil dengan body mass index (BMI) normal adalah 12-16 kilogram selama 9 bulan kehamilan.
Simak saran Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K) mengenai waktu olahraga terbaik dan pola makan bagi penderita diabetes serta hipertensi selama bulan Ramadhan.
Penelitian terbaru ungkap sari lemon dapat memperlambat pencernaan pati dan menekan lonjakan gula darah setelah makan karbohidrat.
Peneliti Universitas Bonn temukan manfaat luar biasa diet oat selama dua hari bagi penderita sindrom metabolik. Simak bagaimana oat mengubah bakteri usus dan kesehatan jantung.
Resistensi insulin adalah akar masalah diabetes dan obesitas yang sering tidak terdeteksi. Kenali gejala fisik, penyebab, dan cara memulihkannya secara alami di sini.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved