Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini, virus sering kali dianggap sebagai pembawa penyakit. Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cell Host & Microbe mengungkap sisi lain yang mengejutkan, virus yang hidup di dalam usus kita disebut sebagai gut virome, ternyata berperan penting dalam membantu metabolisme karbohidrat dan mencegah lonjakan gula darah.
"Virus adalah entitas paling melimpah di dalam tubuh. Jumlahnya lebih banyak daripada sel manusia, sel bakteri, atau sel lainnya," ujar Jeremy Barr, ahli virologi dari Monash University yang tidak terlibat dalam studi tersebut, kepada Live Science. "Namun, peran mereka selama ini masih menjadi kotak hitam besar."
Tim peneliti yang dipimpin Aikun Fu dari Universitas Zhejiang, Tiongkok, mengamati sebagian besar virus di usus adalah bakteriofag, virus yang menginfeksi bakteri. Untuk menguji pengaruhnya, peneliti merusak populasi virus pada tikus menggunakan koktail antiviral.
Hasilnya, tikus yang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat mengalami gangguan toleransi gula. Tanpa keberadaan virus usus yang seimbang, sistem pencernaan tikus memecah karbohidrat terlalu cepat, yang memicu kenaikan tajam kadar glukosa darah, salah satu ciri khas diabetes.
Sebaliknya, ketika tim menyuntikkan kembali bakteriofag ke dalam usus, toleransi glukosa tikus membaik. Hal ini membuktikan keberadaan virus membantu menstabilkan cara tubuh menyerap nutrisi.
Penelitian ini juga mengungkap mekanisme yang selama ini tidak disadari, virus-virus ini ternyata "berkomunikasi" dengan sistem kekebalan tubuh. Partikel virus diambil oleh sel T (salah satu jenis sel imun), yang kemudian memicu pelepasan protein khusus. Protein inilah yang bertugas mencegah terlalu banyak glukosa masuk ke dalam aliran darah secara sekaligus.
"Fakta bahwa virome dapat secara langsung merangsang dan mengaktifkan metabolisme karbohidrat, yang merupakan jalur pengambilan dan konservasi energi yang fundamental, adalah sesuatu yang benar-benar baru," tambah Barr.
Eksperimen serupa juga dilakukan menggunakan organoid usus kecil manusia (versi mini organ yang ditumbuhkan di laboratorium). Hasilnya menunjukkan hubungan yang sama antara virus, sistem imun, dan metabolisme karbohidrat pada manusia.
Meskipun temuan ini memberikan harapan baru untuk pengembangan terapi berbasis virus bagi penderita diabetes atau gangguan metabolisme, para ahli menekankan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Memahami bagaimana gut virome berperan pada manusia dengan berbagai kondisi penyakit adalah langkah krusial sebelum terapi ini benar-benar bisa diterapkan.
Studi ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan usus bukan hanya soal bakteri (probiotik), tetapi juga tentang ekosistem virus yang kompleks yang menjaga keseimbangan tubuh kita. (Science Daily/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved