Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
COKELAT selama ini sering dianggap sebagai makanan yang harus dihindari, terutama bagi penderita diabetes. Kandungan gula yang tinggi membuat cokelat identik dengan peningkatan kadar gula darah. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, khususnya jika berbicara tentang dark chocolate.
Dilansir dari laman EMC Healthcare, dark chocolate justru memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya membantu mengurangi risiko diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Berbeda dengan milk chocolate atau white chocolate, dark chocolate mengandung lebih banyak kakao yang kaya akan flavonoid dan polifenol. Senyawa ini merupakan antioksidan yang mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta berperan dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh.
Sejumlah penelitian menunjukkan kandungan flavonoid dalam dark chocolate dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Artinya, tubuh menjadi lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Dengan kondisi ini, risiko lonjakan gula darah dapat ditekan.
Tak hanya itu, flavonoid juga diketahui dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus serta menghambat enzim yang memecah karbohidrat menjadi gula. Mekanisme ini membuat kadar gula darah tidak naik secara drastis setelah makan.
Selain manfaatnya dalam mengontrol gula darah, dark chocolate juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, maupun lemak berlebih. Karena itu, dark chocolate dinilai cocok sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes maupun orang yang sedang menurunkan berat badan.
Namun, tidak semua produk dark chocolate memiliki manfaat yang sama. Para ahli menyarankan untuk memilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70%. Semakin tinggi kadar kakao, semakin tinggi pula kandungan flavonoid dan semakin rendah kadar gula di dalamnya.
Dark chocolate juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan cokelat biasa, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Meski demikian, konsumsi tetap harus dibatasi. Dark chocolate tetap mengandung kalori dan lemak, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare serta berpotensi meningkatkan berat badan.
Dengan porsi yang tepat, dark chocolate dapat menjadi camilan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan risiko diabetes. (EMC Healthcare/Z-2)
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Diabetes sering tak disadari dan berbahaya. Kenali gejala, kadar gula normal, hingga cara mencegah dan mengendalikan penyakit ini.
Studi terbaru mengungkap peran "gut virome" atau kumpulan virus usus dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan mencegah risiko diabetes pada tikus dan manusia.
MOMEN lebaran selalu identik dengan camilan dengan tinggi gula yang sering ditemui di kue nastar, putri salju, atau pun cokelat kacang.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
Penelitian terbaru menunjukkan teh hijau mampu meningkatkan metabolisme, melindungi otot, dan membantu tubuh membakar lemak tanpa efek negatif.
Diperkaya antosianin dan flavonoid, bunga telang bukan sekadar hiasan taman, tapi juga pelindung alami bagi penglihatan Anda.
Baca terus untuk mempelajari tentang makanan terbaik demi meningkatkan kemampuan otak yang dapat membantu menjaga ketajaman memori, meningkatkan konsentrasi, dan kesehatan kognitif.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan meningkatkan konsumsi makanan dan minuman yang kaya flavonoid, seperti beri, teh, dan anggur merah, menurunkan risiko demensia hingga 28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved