Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Dark Chocolate Jadi Camilan Sehat untuk Penderita Diabetes, Benarkah?

Abi Rama
28/3/2026 09:24
Dark Chocolate Jadi Camilan Sehat untuk Penderita Diabetes, Benarkah?
Ilustrasi(freepik)

COKELAT selama ini sering dianggap sebagai makanan yang harus dihindari, terutama bagi penderita diabetes. Kandungan gula yang tinggi membuat cokelat identik dengan peningkatan kadar gula darah. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, khususnya jika berbicara tentang dark chocolate.

Dilansir dari laman EMC Healthcare, dark chocolate justru memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya membantu mengurangi risiko diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Berbeda dengan milk chocolate atau white chocolate, dark chocolate mengandung lebih banyak kakao yang kaya akan flavonoid dan polifenol. Senyawa ini merupakan antioksidan yang mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta berperan dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

Sejumlah penelitian menunjukkan kandungan flavonoid dalam dark chocolate dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Artinya, tubuh menjadi lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Dengan kondisi ini, risiko lonjakan gula darah dapat ditekan.

Tak hanya itu, flavonoid juga diketahui dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus serta menghambat enzim yang memecah karbohidrat menjadi gula. Mekanisme ini membuat kadar gula darah tidak naik secara drastis setelah makan.

Bisa jadi Camilan Efektif

Selain manfaatnya dalam mengontrol gula darah, dark chocolate juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, maupun lemak berlebih. Karena itu, dark chocolate dinilai cocok sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes maupun orang yang sedang menurunkan berat badan.

Namun, tidak semua produk dark chocolate memiliki manfaat yang sama. Para ahli menyarankan untuk memilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70%. Semakin tinggi kadar kakao, semakin tinggi pula kandungan flavonoid dan semakin rendah kadar gula di dalamnya.

Dark chocolate juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan cokelat biasa, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Meski demikian, konsumsi tetap harus dibatasi. Dark chocolate tetap mengandung kalori dan lemak, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare serta berpotensi meningkatkan berat badan.

Dengan porsi yang tepat, dark chocolate dapat menjadi camilan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan risiko diabetes. (EMC Healthcare/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya