Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mitra Keluarga Bekasi Timur, dr. David Kristanto, mengatakan penyakit diabetes merupakan salah satu silent killer yang dapat membahayakan kesehatan penderitanya.
“Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena gejalanya tidak disadari oleh pasiennya,” ungkapnya dilansir dari laman Mitra Keluarga.
Satu-satunya cara mencegah penyakit ini ialah dengan menerapkan pola hidup sehat dan skrining kesehatan secara rutin.
Untuk mengetahui kadar gula darah normal atau tidak, lakukanlah pemeriksaan kadar gula darah puasa dan kadar gula darah sewaktu.
Terdapat dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe-1 dan diabetes tipe-2. Perbedaannya terletak pada penyebab dan faktor risikonya.
Diabetes tipe-1 disebabkan pankreas yang memecah sel-sel untuk produksi hormon insulin, sehingga insulin tidak dapat diproduksi, dan membutuhkan asupan dari luar seperti suntik insulin. Jenis diabetes ini merupakan salah satu jenis penyakit autoimun.
Sementara, diabetes tipe-2 disebabkan oleh kelenjar pankreas yang tidak dapat mencukupi kebutuhan insulin pada tubuh. Sehingga, insulin tidak berfungsi dengan optimal.
Seperti yang telah disebutkan, diabetes tipe-1 dipicu oleh autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh yang sehat. Hal inilah yang membuat insulin tidak dapat diproduksi.
Sementara, diabetes tipe-2 dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, berat badan, usia, dan genetik.
Baik gejala diabetes tipe-1 dan tipe-2, sebenarnya tidak jauh berbeda. Gejala atau ciri-ciri diabetes melitus di antaranya:
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes Mitra Keluarga Cikarang, dr. Yosephine Yossy, komplikasi diabetes dibagi menjadi dua kategori yaitu komplikasi akut dan kronis.
Komplikasi diabetes akut meliputi:
Sementara, komplikasi diabetes kronis bisa menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Ketika komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar, Sahabat MIKA bisa mengalami:
Lalu jika komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah kecil, Sahabat MIKA berisiko mengalami:
Untuk memastikan apakah menderita diabetes atau tidak, lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan untuk diagnosis diabetes meliputi:
Dokter David Kristanto, mengatakan, diabetes merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi bukan berarti Sahabat MIKA kehilangan harapan. Penyakit diabetes masih dapat dikendalikan sehingga menurunkan risiko komplikasi lebih parah dan dapat meningkatkan kualitas hidup.
Beberapa cara untuk mengendalikan diabetes di antaranya adalah sebagai berikut:
Untuk mencegah diabetes, beberapa hal harus dilakukan, di antaranya:
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mitra Keluarga Kemayoran, Dr. dr. F. Eliana Taufik, mengatakan penanganan penyakit diabetes tidak selalu harus dengan amputasi. Eliana mengatakan, memang pada banyak kasus di mana penderita diabetes tidak berusaha mengendalikan kadar gula darahnya, akan memicu berbagai komplikasi, pada pembuluh darah kecil (mikrovaskular) dan pembuluh darah besar (makrovaskular).
Jika komplikasi pada mikrovaskular tidak tertangani dengan baik, penderita diabetes berisiko mengalami kebutaan atau kaki harus diamputasi. Sementara, komplikasi pada pembuluh darah besar akan berisiko memicu penyakit jantung koroner dan strok.
“Selama dia (penderita diabetes) bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, maka amputasi tidak akan pernah terjadi,” ujar Dr. dr. F. Eliana Taufik.
Menurut Dr. dr. F. Eliana Taufik, penderita diabetes boleh melakukan donor darah selama gula darahnya terkontrol. Kriteria gula darah yang terkontrol untuk donor darah, di antaranya:
Tentu penderita diabetes melitus boleh hamil. Menurut Dr. dr. F. Eliana Taufik, kunci dari penderita diabetes yang ingin punya anak atau hamil adalah menjaga kadar gula darah dan pola makannya.
“Ada mitos mengatakan, bahwa orang hamil makannya untuk dua orang. Nah, ini tidak berlaku untuk orang dengan diabetes. Orang dengan diabetes harus mengontrol makanannya,” ujar Eliana.
Studi terbaru mengungkap peran "gut virome" atau kumpulan virus usus dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan mencegah risiko diabetes pada tikus dan manusia.
Gangguan pencernaan kerap muncul akibat pergeseran pola makan dari masa Ramadan ke Lebaran, terutama saat konsumsi makanan tinggi lemak meningkat sementara asupan serat justru berkurang.
PIN Pulse resmi meluncur di Kickstarter 2026. Cincin pintar titanium ini mampu melacak estimasi gula darah dan tekanan darah secara non-invasif.
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
Penelitian terbaru ungkap sari lemon dapat memperlambat pencernaan pati dan menekan lonjakan gula darah setelah makan karbohidrat.
Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik akibat gangguan insulin yang menyebabkan gula darah tinggi. Kenali penyebab, gejala awalnya.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
Panduan lengkap mengatasi resistensi insulin tahun 2026. Pelajari strategi diet kronobiologi, suplemen alami, dan pola latihan fisik untuk cegah diabetes.
Resistensi insulin bukan hanya masalah gula darah. Ini adalah akar dari berbagai penyakit degeneratif, termasuk hipertensi, obesitas, PCOS pada wanita, hingga peningkatan risiko demensia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved