Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Diabetes, Silent Killer yang Seringkali Tidak Disadari Penderitanya

Despian Nurhidayat
25/3/2026 11:35
Diabetes, Silent Killer yang Seringkali Tidak Disadari Penderitanya
Ilustrasi(freepik)

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mitra Keluarga Bekasi Timur, dr. David Kristanto, mengatakan penyakit diabetes merupakan salah satu silent killer yang dapat membahayakan kesehatan penderitanya.

“Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena gejalanya tidak disadari oleh pasiennya,” ungkapnya dilansir dari laman Mitra Keluarga. 

Satu-satunya cara mencegah penyakit ini ialah dengan menerapkan pola hidup sehat dan skrining kesehatan secara rutin.

Untuk mengetahui kadar gula darah normal atau tidak, lakukanlah pemeriksaan kadar gula darah puasa dan kadar gula darah sewaktu. 

Kadar gula darah nomal

  • Gula darah sewaktu: 70-139 mg/dL
  • Gula darah puasa: 70-99 mg/dL

Kadar gula pradiabetes

  • Gula darah sewaktu: 140-199 mg/dL
  • Gula darah puasa: 100-125 mg/dL

Kadar gula diabetes

  • Gula darah sewaktu: 200 mg/dL
  • Gula darah puasa: lebih dari 126 mg/dL

Terdapat dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe-1 dan diabetes tipe-2. Perbedaannya terletak pada penyebab dan faktor risikonya.

Diabetes tipe-1 disebabkan pankreas yang memecah sel-sel untuk produksi hormon insulin, sehingga insulin tidak dapat diproduksi, dan membutuhkan asupan dari luar seperti suntik insulin. Jenis diabetes ini merupakan salah satu jenis penyakit autoimun. 

Sementara, diabetes tipe-2 disebabkan oleh kelenjar pankreas yang tidak dapat mencukupi kebutuhan insulin pada tubuh. Sehingga, insulin tidak berfungsi dengan optimal.

Seperti yang telah disebutkan, diabetes tipe-1 dipicu oleh autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh yang sehat. Hal inilah yang membuat insulin tidak dapat diproduksi.

Sementara, diabetes tipe-2 dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, berat badan, usia, dan genetik.

Gejala Diabetes

Baik gejala diabetes tipe-1 dan tipe-2, sebenarnya tidak jauh berbeda. Gejala atau ciri-ciri diabetes melitus di antaranya:

  • Mudah haus, padahal sudah minum banyak.
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Cepat lelah
  • Kehilangan berat badan dengan sendirinya
  • Sering muncul sariawan
  • Penglihatan sering tidak jelas
  • Luka sukar untuk sembuh
  • Kaki atau tangan sering kesemutan
  • Bau mulut tidak sedap
  • Impotensi (pada laki-laki)
  • Keputihan (pada perempuan

 
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes Mitra Keluarga Cikarang, dr. Yosephine Yossy, komplikasi diabetes dibagi menjadi dua kategori yaitu komplikasi akut dan kronis.

Komplikasi diabetes akut meliputi:

  • Hiperglikemia (kadar gula darah lebih dari 300 mg/dL)
  • Hipoglikemia (kadar gula darah di bawah 60 mg/dL)

Sementara, komplikasi diabetes kronis bisa menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Ketika komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar, Sahabat MIKA bisa mengalami:

  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Luka kaki tidak sembuh (berisiko amputasi)

Lalu jika komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah kecil, Sahabat MIKA berisiko mengalami:

  • Gangguan penglihatan (retinopati)
  • Gangguan saraf (neuropati)
  • Gangguan ginjal (nefropati)

 
Untuk memastikan apakah menderita diabetes atau tidak, lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan untuk diagnosis diabetes meliputi:

  • Tes HbA1c: Pengambilan sampel darah untuk cek kadar gula darah pada 2-3 bulan terakhir
  • Tes gula darah puasa (GDP): Mengukur kadar gula darah saat puasa (pasien puasa 8 jam sebelum pemeriksaan)
  • Tes toleransi glukosa oral (TTOG): Pemeriksaan untuk mengukur proses glukosa, dalam 2 jam sebelum dan sesudah pasien mengonsumsi makanan atau minuman manis
  • Tes glukosa plasma acak: Pemeriksaan kadar glukosa kapan saja dalam sehari (pasien tidak perlu berpuasa)

Dokter David Kristanto, mengatakan, diabetes merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi bukan berarti Sahabat MIKA kehilangan harapan. Penyakit diabetes masih dapat dikendalikan sehingga menurunkan risiko komplikasi lebih parah dan dapat meningkatkan kualitas hidup.

Beberapa cara untuk mengendalikan diabetes di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengatur pola makan sehat (mengurangi garam, hindari makanan mengandung gula buatan, batasi asupan daging, makan porsi kecil tetapi intensitas banyak, konsumsi kudapan sehat di antara jadwal makan berat)
  • Mengonsumsi makanan sehat (Sayuran hijau, ikan salmon, kacang-kacang, daging tanpa lemak, alpukat, telur, daging tanpa lemak, dan lain-lain)
  • Olahraga rutin (contoh: jalan kaki, jogging, berenang, bersepeda, dan lain-lain)
  • Obat sesuai yang diresepkan dokter
  • Injeksi insulin jika diperlukan
  • Kelola stres
  • Cek gula darah secara rutin

 
Untuk mencegah diabetes, beberapa hal harus dilakukan, di antaranya:

  • Rutin berolahraga
  • Mengatur pola makan sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula secara berlebihan
  • Rutin cek gula darah

 
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mitra Keluarga Kemayoran, Dr. dr. F. Eliana Taufik, mengatakan penanganan penyakit diabetes tidak selalu harus dengan amputasi. Eliana mengatakan, memang pada banyak kasus di mana penderita diabetes tidak berusaha mengendalikan kadar gula darahnya, akan memicu berbagai komplikasi, pada pembuluh darah kecil (mikrovaskular) dan pembuluh darah besar (makrovaskular).

Jika komplikasi pada mikrovaskular tidak tertangani dengan baik, penderita diabetes berisiko mengalami kebutaan atau kaki harus diamputasi. Sementara, komplikasi pada pembuluh darah besar akan berisiko memicu penyakit jantung koroner dan strok.

“Selama dia (penderita diabetes) bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, maka amputasi tidak akan pernah terjadi,” ujar Dr. dr. F. Eliana Taufik. 

Menurut Dr. dr. F. Eliana Taufik, penderita diabetes boleh melakukan donor darah selama gula darahnya terkontrol. Kriteria gula darah yang terkontrol untuk donor darah, di antaranya:

  • Gula darah puasa kurang dari 130 mg/dL
  • Gula darah 2 jam setelah makan kurang dari 180 mg/dL
  • HbA1c kurang dari 7%
  • HB dalam rentang normal, yaitu 12-17 g/dL
  • Kondisi dalam keadaan sehat

 
Tentu penderita diabetes melitus boleh hamil. Menurut Dr. dr. F. Eliana Taufik, kunci dari penderita diabetes yang ingin punya anak atau hamil adalah menjaga kadar gula darah dan pola makannya.

“Ada mitos mengatakan, bahwa orang hamil makannya untuk dua orang. Nah, ini tidak berlaku untuk orang dengan diabetes. Orang dengan diabetes harus mengontrol makanannya,” ujar Eliana. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya