Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES kerap berkembang diam-diam. Banyak orang baru menyadari penyakit ini saat kadar gula darah sudah tinggi dan menimbulkan komplikasi serius. Padahal, mengenali gejala sejak awal sangat penting agar penanganan lebih efektif.
Berikut sepuluh tanda awal diabetes yang wajib diwaspadai:
Kadar gula tinggi memaksa ginjal bekerja keras membuang glukosa, sehingga penderita sering terbangun untuk buang air kecil.
Tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering berkemih, memicu rasa haus yang tidak hilang meski sudah banyak minum.
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas bisa menjadi alarm. Sering buang air kecil membuat tubuh kehilangan gula sekaligus kalori.
Kadar gula tinggi menarik cairan dari lensa mata, membuat pandangan kabur. Bila dibiarkan, berisiko merusak saraf mata dan menyebabkan kebutaan.
Meski cukup tidur, penderita tetap merasa lelah karena tubuh gagal mengubah glukosa menjadi energi akibat gangguan insulin.
Gula darah tinggi merusak pembuluh darah kecil, menghambat aliran darah, dan membuat luka lebih lama sembuh.
Bercak gelap di leher, ketiak, atau selangkangan menandakan resistensi insulin. Kulit bisa menebal dan terasa kasar.
Neuropati diabetik terjadi saat saraf rusak akibat gula darah tidak terkontrol, ditandai kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.
Diabetes melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri, virus, dan jamur.
Gusi mudah meradang, berdarah, dan luka sulit sembuh. Infeksi gusi yang tidak ditangani dapat memperparah kondisi.
Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter. Lakukan cek gula darah rutin, terapkan pola makan sehat, dan batasi konsumsi gula untuk mencegah komplikasi. (Hellosehat.com/Z-10)
Perubahan gaya hidup modern seperti pola makan tidak sehat, kurang gerak, dan tidur tidak teratur menjadi pemicu utama meningkatnya kasus diabetes pada usia muda.
Diabetes tipe 2 muncul ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin dan/atau tidak memproduksi insulin cukup untuk menjaga kadar glukosa darah tetap normal.
Diabetes Tipe 5 berhubungan dengan malnutrisi dan lebih banyak menyerang remaja serta dewasa muda yang kurus dan kekurangan gizi, terutama di kalangan rumah tangga berpenghasilan rendah
Diabetes melitus tipe 1 semakin sering dijumpai pada anak-anak, dengan gejala seperti sering haus, peningkatan nafsu makan, penurunan berat badan, dan kelelahan.
Penderita diabetes mungkin bangun tidur dengan rasa lapar yang berlebihan, yang dikenal sebagai polifagia.
Kesalahan umum lain yang sering dilakukan banyak orang adalah mengabaikan gejala awal diabetes. Tanda-tanda penyakit ini sering muncul perlahan dan dianggap remeh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved