Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi Luciana Sutanto mengatakan makan camilan di malam hari diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam sehari di kala berpuasa.
"Makanan kecil atau selingan malam hari perlu dikonsumsi agar terpenuhi kebutuhan gizi sehari," katanya melalui layanan pesan, dikutip Jumat (22/3).
Luciana menyampaikan buah-buahan, kacang-kacangan, atau susu dalam porsi yang tidak berlebihan dapat dikonsumsi sebagai camilan pada malam hari.
Baca juga : FFF Larang Berpuasa Timnas Perancis: Inilah Pemain Muslim di Prancis
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengemukakan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi untuk mencegah serangan penyakit seperti flu dan batuk, yang bisa lama sembuh jika tubuh dalam keadaan tidak fit.
"Flu biasa bisa lama sembuh kalau kondisi tubuh tidak fit, sementara cuaca sekarang lebih dingin. Apalagi kalau disertai alergi, penyakit sinusitis, dan imunitas rendah," katanya.
Agar daya tahan tubuh tetap terjaga selama berpuasa, lanjut Luciana, sebaiknya mengupayakan kebutuhan gizi terpenuhi dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada waktu berbuka puasa maupun sahur.
Baca juga : FFF Larang Pemain Muslim di Timnas Prancis Puasa, Diawara Hengkang
Mengonsumsi makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral pada saat sahur dan berbuka puasa akan membantu menjaga tubuh tetap fit selama berpuasa.
Selain itu, Luciana mengatakan, mencukupkan istirahat dan menghindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit juga diperlukan untuk menghindari risiko penularan penyakit.
"Untuk mencegah penularan terulang lagi, hindari berdekatan dengan orang yang sakit flu batuk, dan seringlah cuci tangan," katanya.
Kalau selama berpuasa terserang flu dan batuk yang tidak sembuh setelah dua hari, Luciana mengatakan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar bisa mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan. (Ant/Z-1)
Kurma unggul dalam kandungan gula alami yang cepat diserap, sementara tempe memberikan cadangan energi jangka panjang melalui protein nabati dan seratnya yang tinggi.
Memasukkan makanan tinggi lemak secara tiba-tiba, seperti mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa, memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras seketika.
Abdul Mu'ti mengatakan bahwa tujuan utama berpuasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Salah satu indikator utama ketakwaan tersebut adalah kedermawanan atau kesediaan untuk berbagi.
Memasuki putaran kedua Ramadan, jangan biarkan iman kendor. Simak strategi praktis menjadi hamba Rabbani agar semangat ibadah tetap menyala hingga Syawal.
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Kurma unggul dalam kandungan gula alami yang cepat diserap, sementara tempe memberikan cadangan energi jangka panjang melalui protein nabati dan seratnya yang tinggi.
Memasukkan makanan tinggi lemak secara tiba-tiba, seperti mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa, memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras seketika.
Pergeseran tersebut berkaitan langsung dengan fenomena astronomi, khususnya pergerakan bumi dan posisi matahari yang terus berubah setiap hari.
Pesantren Kilat (Sanlat) 2026 yang digelar pada 7–8 Maret 2026 mengusung tema “Ramadan: Fasting with Purpose, Growing in Character.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial bagi sesama, khususnya kepada anak yatim dan kaum duafa.
Abdul Mu'ti mengatakan bahwa tujuan utama berpuasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Salah satu indikator utama ketakwaan tersebut adalah kedermawanan atau kesediaan untuk berbagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved