Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BERPUASA Ramadan tak berarti menjadi halangan untuk latihan fisik rutin demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, walaupun ada sejumlah penyesuaian yang perlu dilakukan. Salah satu penyesuaian yaitu frekuensi latihan yang tidak sesering pada bulan-bulan biasanya.
Dokter spesialis Kedokteran Olahraga Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) sekaligus staf pengajar di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI Listya Tresnanti Mirtha menyebutkan intesitas latihan juga lebih ringan dari biasanya. "Waktu dibuat lebih singkat dan jenis latihan diutamakan yang bersifat aerobik," ujar dia dalam seminar awam yang digelar RSUI via daring, ditulis Jumat (9/4).
Dari sisi frekuensi, kita bisa melakukan latihan fisik tiga kali dalam seminggu dengan durasi 10-15 menit saat pagi setelah salat subuh atau sore hari selama 30 menit menjelang waktu berbuka puasa. Pilihan latihannya, bisa berlari atau olahraga seperti sepak bola atau latihan pembentukan otot.
Listya mengingatkan untuk melakukan pemanasan selama 10-15 menit baru diikuti latihan inti dan pendinginan selama 5-10 menit. Setelahnya, jangan lupa memeriksa denyut jantung untuk mengetahui kemampuan maksimal kerja jantung. Caranya, dengan menghitung denyut nadi per 15 detik dan hasilnya dikali dengan 4.
Listya membantah anggapan berpuasa bisa mengganggu kinerja dan membuat seseorang menjadi tak produktif. Menurut dia, berpuasa bila juga diselingi latihan fisik sesuai anjuran pakar kesehatan akan membuat tubuh tetap bugar sekaligus memelihara produktivitas.
"Latihan fisik berkaitan dengan imunitas tubuh sekaligus menunda kemunculan difusngsi tubuh terkait pertambahan usia, meningkatkan sirkulasi darah, dan memiliki efek antiinflamasi," kata dia.
Bersepeda secara teratur, misalnya, diketahui membuat seseorang berisiko 15% lebih sedikit terkena serangan jantung daripada mereka yang bukan pengendara sepeda. Latihan ini juga bisa memperkuat otot jantung dan paru-paru, memperbaiki sirkulasi tubuh, dan menurunkan kadar lemak darah. (Ant/OL-14)
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Satpol PP DKI Jakarta menjangkau 178 PPKS hingga 9 Februari 2026. Penjangkauan akan ditingkatkan menjelang Ramadan demi ketertiban dan perlindungan sosial warga.
Pelaksanaan Tarhib Ramadan di ruang publik seperti Terowongan Kendal bertujuan untuk mendekatkan Baznas dengan masyarakat sekaligus memperluas literasi zakat.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, melakukan pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad (8/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved