Kamis 25 Maret 2021, 13:05 WIB

Jelang Ramadan, Pemkab Muba Pastikan Harga Masih Stabil

Dwi Apriani | Ramadan
Jelang Ramadan, Pemkab Muba Pastikan Harga Masih Stabil

MI/DWI APRIANI
Tim gabungan Pemkab Musi Banyuasin melakukan pantauan harga pangan jelang Ramadan di sejumlah pasar tradisional di Muba, Kamis (25/3).

 

MENJELANG bulan Ramadan pada April mendatang, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menginstruksikan OPD terkait untuk mengecek dan memastikan harga barang pokok stabil. Selain itu juga tidak ada pedagang nakal yang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya.

"Pastikan harga barang pokok stabil, kita sidak semua pasar tradisional di Muba," ungkap Dodi Reza Alex, Kamis (25/3).

Menurutnya, melihat tradisi biasanya menjelang bulan puasa, hampir semua barang pokok akan mengalami kenaikan harga. "Maka dari itu harus kita pastikan harga harga tetap stabil, apalagi kita masih dihadapkan pada pandemi Covid-19," ujar dia.

Baca juga: Kemenag Terima Hibah 100 Ton Kurma dari Pemerintah Arab Saudi

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muba, Azizah mengungkapkan pihaknya telah melakukan sidak ke pasar tradisional dan mengecek harga-harha barang pokok di pasar. "Harga harga barang pokok dan penting sampai menjelang ramadan di
pasar-pasar dalam Kabupaten Muba relatif stabil," bebernya.

Namun, hanya saja cabai merah dan kedelai terjadi kenaikan di kisaran harga Rp55.000 dan kedelai bahan baku tempe naik dari harga Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilo.

"Kenaikan bukan disebabkan karena mendekati Ramadan tetapi memang sudah cukup lama terjadi kenaikan secara nasional," terangnya.

Ia menyebutkan, upaya yang dilakukan adalah melakukan sidak pasar dan pemantauan harga-harga barang pokok dilakukan di empat kecamatan yaitu Sekayu, Sungai Lilin, Bayung Lencir dan Babat Toman oleh Tim Pemantauan Kabupaten yang terdiri dari Disdagperin, BP POM, Dinas Kesehatan, Dinas TPHP, Polres Muba, Satpol PP, Dinas PTSP, Bagian Hukum.

"Sidak juga dilakukan dengan menguji sampel makanan untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam makanan seperti tempe, tahu, ikan laut, ayam, daging. Tujuannya agar tidak terjadi penggunaan bahan yang dilarang dan berbahaya seperi borax, formalin atau pengawet makanan lainnya serta kualitas bahan makanan yang sudah expired dilakukan pengecekan oleh tim," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Dok. Amy Maulana

Takbir dan Salawat Bergema Sambut Idul Fitri di Dagestan Rusia

👤Humaniora 🕔Senin 17 Mei 2021, 08:00 WIB
Tradisi lebaran masyarakat muslim Dagestan yang unik adalah mengunjungi keluarga atau tetangga yang tahun ini berduka ditinggalkan mati...
ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2022-01-23

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 23 Jan 2022 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:28 WIB
Subuh : 04:38 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dzuhur : 12:04 WIB
Ashar : 15:27 WIB
Maghrib : 18:30 WIB
Isya : 19:26 WIB

TAUSIYAH