Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Board of Peace Dinilai Opsi Realistis bagi Indonesia

M Ilham Ramadhan Avisena
04/2/2026 21:46
Board of Peace Dinilai Opsi Realistis bagi Indonesia
WAKIL Menteri Luar Negeri periode 2014 Dino Patti Djalal.(Dok. MI)

WAKIL Menteri Luar Negeri periode 2014 Dino Patti Djalal menilai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan pilihan yang realistis di tengah terbatasnya opsi diplomatik untuk mendorong penghentian konflik di Gaza. Meski sarat risiko, langkah tersebut dipandang sebagai satu-satunya jalur yang tersedia saat ini untuk menjaga peluang perdamaian sekaligus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Dino menyampaikan kesan tersebut usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung dalam suasana terbuka dan dua arah. Ia mengaku terkejut dengan dinamika diskusi yang berlangsung tanpa batasan topik maupun pertanyaan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai risiko, opsi, hingga skenario terburuk turut dibahas secara mendalam. Dino menilai Prabowo bersikap terbuka terhadap masukan, termasuk kritik dan kekhawatiran yang disampaikan para peserta diskusi.

"Banyak dibahas mengenai risiko, banyak dibahas mengenai opsi, banyak dibahas mengenai ranjau, dan skenario-skenario yang bisa dihadapi Indonesia ke depan yang membahayakan juga. Nah, semua ini Beliau tampung dan Beliau respons," kata dia dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2). 

Menurut Dino, Prabowo menunjukkan pendekatan yang realistis dalam menyikapi BoP. Ia menilai saat ini tidak ada alternatif lain selain BoP yang berada di atas meja diplomasi internasional, meskipun efektivitasnya belum dapat dipastikan sepenuhnya.

"Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace. Tidak ada opsi lain, dan faktanya adalah BOP ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan gencatan senjata," ujarnya.

Dino menegaskan, BoP harus dipahami sebagai sebuah eksperimen politik dan diplomatik, bukan solusi instan untuk mengakhiri konflik Gaza. Risiko kegagalan dinilainya cukup tinggi, mengingat kompleksitas aktor yang terlibat.

"Ini suatu eksperimen dalam arti orang enggak tahu ini akan sukses atau enggak. Risiko gagal tinggi karena banyak faktor, bisa faktor Trump, Amerika, Israel, kondisi lapangan, Hamas, dan lain sebagainya," kata Dino.

Meski demikian, ia menilai Prabowo menyadari risiko tersebut dan berupaya mengimbanginya dengan menjaga kekompakan bersama negara-negara Islam. Menurut Dino, kekuatan Indonesia akan lebih efektif jika dibangun secara kolektif.

"Beliau menyatakan kami yakin bisa mengimbangi karena segala sesuatu yang kita lakukan harus ada kekompakan dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Jordan, dan lain sebagainya," ujarnya.

Yang paling diapresiasi Dino adalah penegasan Prabowo, Indonesia masuk ke dalam BOP dengan sikap hati-hati serta tetap memegang kedaulatan penuh untuk keluar apabila forum tersebut bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.

"Kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita. Ini berkali-kali Beliau tekankan," kata Dino.

Ia juga mencatat Prabowo menyadari tantangan komunikasi dan persepsi publik yang berkembang di dalam negeri. Menurut Dino, tidak semua informasi diplomatik dapat disampaikan secara terbuka, namun Kepala Negara tetap berupaya menjelaskan situasi secara objektif.

"Beliau sadar ada tantangan komunikasi dan persepsi publik. Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan ke publik, tapi tadi Beliau ungkapkan secara terbuka, apa adanya, dan objektif," ujarnya.

Dino secara pribadi menyatakan dukungannya terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam BOP, dengan sejumlah prasyarat yang tegas. Salah satunya adalah tujuan akhir dari seluruh proses diplomasi tersebut harus bermuara pada kemerdekaan Palestina.

"Posisi saya jelas. Indonesia masuk dalam BOP dengan memahami risiko-risikonya, memegang opsi untuk keluar, dan syarat paling penting, tujuan dari semua ini adalah Palestina merdeka," kata Dino.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya