Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Loncat ke PSI, Rusdi Masse: Kita tidak Berniat Ambil Tempat Siapa Pun

Lina Herlina
29/1/2026 15:07
Loncat ke PSI, Rusdi Masse: Kita tidak Berniat Ambil Tempat Siapa Pun
Rusdi Masse (RMS), resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kamis (29/1).(MI/Lina Herlina)

POLITIKUS senior Rusdi Masse (RMS), resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kamis (29/1). RMS menegaskan kehadirannya di PSI semata-mata untuk membantu kemenangan partai, tanpa berniat mengambil basis maupun posisi politik siapa pun.

Bergabungnya RMS ke PSI ditandai dengan pemakaian jaket putih berlambang gajah. Kepindahan tersebut terjadi sehari setelah putranya, Muammar Ghandi Rusdi, dilantik sebagai Ketua PSI Sulawesi Selatan.

RMS secara terbuka menyampaikan motivasinya bergabung dengan PSI. Ia mengaku ingin kembali mengulang keberhasilan yang pernah ia raih saat membesarkan partai politik sebelumnya.

“Saya gabung hanya ingin membantu Mas Kaesang memenangkan PSI,” ujar RMS.

Saat ditanya mengenai target kontribusinya, khususnya terkait perolehan kursi legislatif, RMS menjawab dengan gaya khas politikus lapangan. Menurutnya, pencapaian target politik hanya bisa diraih melalui kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat.

“Tentu kan lima kursi, dengan cara memperoleh itu tentu bagaimana bekerja, berjuang untuk keinginan masyarakat,” katanya.

Namun ketika ditanya lebih jauh soal strategi konkret untuk menarik dukungan pemilih, RMS memilih bersikap normatif. “Kita lihat saja nanti, ini kan masih panjang,” ujarnya.

Ia juga mengibaratkan proses politik seperti mendatangi warung makan yang membutuhkan waktu dan proses. “Tidak bisa tiba-tiba datang, duduk, lalu semua langsung disiapkan. Politik itu butuh proses,” ucapnya.

RMS tampak percaya diri dengan rekam jejak politik yang dimilikinya di Sulawesi Selatan. Ia menilai pengalamannya menjadi modal penting untuk membantu PSI berkembang di daerah tersebut.

“Saya sudah buktikan menjadi pemenang di Sulsel. Yang kamu tahu, Sulsel punya siapa,” katanya.

Meski demikian, RMS membantah anggapan bahwa kepindahannya ke PSI bertujuan mengambil alih basis pemilih partai lain, termasuk PDI Perjuangan. “Tidak ada. Kita tidak berniat mengambil tempat siapa pun,” tegasnya.

Terkait posisi dan perannya di PSI, RMS mengaku tidak memiliki ambisi jabatan. Ia menyebut keputusannya bergabung murni karena keinginan pribadi.

“Tidak ada. Saya cuma mau masuk saja di PSI,” ujarnya singkat.

RMS mengaku siap memulai kembali perjalanan politiknya dari awal, meski harus meninggalkan jaringan politik yang telah lama dibangunnya.

“Saya sudah siap ditinggalkan pasukan. Artinya, saya memulai hidup saya dari nol di politik,” katanya.

Saat ditanya mengenai target jangka panjang dan rencana konkret memajukan PSI, RMS kembali menekankan pentingnya kerja berkelanjutan untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Ia pun menepis spekulasi mengenai jabatan tertentu di PSI. “Jangan. Saya cuma datang lihat dulu. Jabatan itu tidak ada yang abadi. Yang lama saja bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Sementara itu, bagi PSI, kehadiran RMS dinilai sebagai tambahan aset politik berpengalaman dengan jaringan kuat di Sulawesi Selatan. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep meyakini bergabungnya RMS akan menjadi kekuatan baru bagi partainya.

“Bisa lebih lah, geser yang sebelah. Komandannya kan segera geser,” ujar Kaesang. (LN/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya