Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi dalam kepemiluan menjadi pembahasan setiap kali sistem pemilu dievaluasi. Menurutnya, e-voting bukan hanya metode pemungutan suara secara elektronik pada hari pencoblosan, tetapi penggunaan teknologi dalam tahapan pascapemungutan suara. Menurutnya, digitalisasi sudah diterapkan, terutama pada proses rekapitulasi.
Ia mencontohkan, sistem rekapitulasi elektronik atau e-recap untuk memangkas waktu rekapitulasi yang panjang dan berjenjang, mulai dari tempat pemungutan suara (TPS) hingga KPU pusat.
"Bagaimana kita memanfaatkan teknologi misalnya dengan digitalisasi, dengan elektronisasi, dengan teknologi untuk memangkas waktu," ujarnya kepada pewarta di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1).
Prasetyo menegaskan penerapan e-voting, khususnya pada tahap pemungutan suara, perlu dikaji secara matang dan komprehensif.
Ada aspek paling mendasar dalam desain pemilu yakni kesesuaian sistem dengan karakter bangsa dan negara. Ia mengingatkan bahwa tidak semua sistem pemilu yang diterapkan di negara lain dapat serta-merta diadopsi di Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menempatkan kepentingan nasional dan masyarakat sebagai landasan utama dalam merumuskan sistem pemilu. Menurut Prasetyo, kajian teknologi pemilu harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
"Kita harus berpikir sebagai sebuah bangsa bahwa kepentingan bangsa dan negara harus diutamakan, bahwa kebaikan untuk masyarakat juga harus dipikirkan. Landasannya itu," kata dia.
Prasetyo menambahkan, kajian terhadap e-voting perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPR, hingga kalangan akademisi yang memiliki keahlian di bidang sistem kepemiluan. Namun ia menegaskan, tujuan kajian tersebut bukan untuk mencari sistem yang dianggap paling benar oleh satu pihak. (H-4)
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Indonesia menyiapkan sekitar 8.000 pasukan perdamaian untuk Gaza. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut keputusan masih menunggu kesepakatan internasional.
Mensesneg Prasetyo Hadi berharap panitia seleksi mampu menjaring pimpinan OJK yang kompeten dan memahami ekosistem jasa keuangan demi menjaga stabilitas pasar.
Presiden Prabowo dijadwalkan menggelar reshuffle atau perombakan kabinet Merah Putih sore hari ini, Kamis (5/2).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved