Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menaruh harapan besar kepada panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pansel diharapkan mampu menjaring sosok pimpinan yang benar-benar menguasai ekosistem jasa keuangan nasional.
“Harapannya, kita harus berhasil menemukan pimpinan OJK yang betul-betul jelas menguasai bidangnya,” ujar Prasetyo Hadi yang akrab disapa Pras, usai konferensi pers pengumuman stimulus ekonomi dan kesiapan angkutan Lebaran di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).
Selain kompetensi teknis, Pras menekankan pentingnya pemahaman calon pimpinan OJK terhadap peran strategis lembaga tersebut dalam menjaga stabilitas ekosistem jasa keuangan. Menurutnya, hal itu krusial agar gejolak di pasar modal, seperti anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, tidak terulang.
“Supaya kejadian seperti kemarin, ketika bursa kita sempat mengalami sedikit masalah, tidak terulang kembali. Itu harapannya,” kata Pras.
Juru bicara Presiden Prabowo ini mengungkapkan, saat ini panitia seleksi calon pimpinan OJK baru saja dibentuk. Oleh karena itu, pemerintah belum menerima nama-nama calon pimpinan OJK yang akan diseleksi.
“Belum ada, karena baru tahap pembentukan pansel,” tegasnya.
Ia juga belum merinci susunan anggota pansel. Namun, Pras menyebut pansel akan berasal dari berbagai unsur, termasuk Kementerian Keuangan.
“Beberapa sudah, karena pansel berasal dari berbagai unsur. Dari Kementerian Keuangan, kami sudah menerima usulan nama-nama untuk menjadi anggota,” jelas Pras. (Bob/P-3)
RATUSAN nasabah terlihat mendatangi Perumda BPR Bank Cirebon. Mereka menanyakan nasib uang yang sudah disimpan di perusahaan milik Pemda Kota Cirebon.
OJK menetapkan sanksi administratif dan/atau perintah tertulis kepada PT Repower Asia Indonesia Tbk, PT Multi Makmur Lemindo Tbk, serta pihak-pihak terkait.
OJK menilai ekonomi Indonesia tetap solid seiring keputusan Moody's yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2 dengan penyesuaian outlook.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
OJK bersama BEI dan KSEI melaksanakan pertemuan secara daring dengan indeks provider global yaitu Morgan Stanley Capital International (MSCI), Senin (2/2) sore.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved