Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KORUPSI di sektor perpajakan kembali mencuat. Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara.
OTT KPK tersebut berkaitan dengan dugaan suap yang bertujuan untuk pengurangan nilai pajak. Kasus ini mengemuka di tengah realisasi penerimaan pajak yang tercatat mengalami shortfall (ketidaktercapaian target penerimaan pajak) sebesar Rp271,7 triliun sepanjang 2025.
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, penyebab kepatuhan pajak dan penagihan pajak masih banyak lubangnya karena permainan suap pengurangan nilai pajak.
“Pelaku usaha menghindari berbagai kewajiban pajak, akhirnya negosiasi dan muncul suap dengan petugas pajak. Akibatnya praktik underinvoicing dan under reporting laporan pajak marak terjadi,” kata Bhima kepada Media Indonesia, Minggu (11/1).
Ia mengatakan, dalam 10 tahun reformasi perpajakan hanya bersifat administratif belaka dan tidak substansial.
Menurutnya, ada perlindungan terhadap pegawai pajak yang melakukan suap, meski remunerasinya sudah tinggi sekali. “Gaji dan tunjangan pegawai pajak ini kan super tinggi, tapi tidak ada evaluasi kenapa suap masih terjadi,” tuturnya.
Bhima menekankan harus ada efek jera. Menurutnya, sanksi pidana sebaiknya maksimum dan tidak dipotong remisi bagi pegawai pajak yang menerima suap. (H-3)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji lebih dalam konstruksi perkara dugaan pemerasan terkait tunjangan hari raya (THR) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai Rp1 miliar setelah melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
OTT KPK terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono menambah deretan kepala daerah yang terseret kasus korupsi. Sejak Oktober 2024 hingga Maret 2026, sedikitnya sembilan kepala daerah terjaring operasi serupa dengan pola perkara suap, gratifikasi, hingga pengumpulan dana proyek.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
Mendagri tunjuk Wabup Hendri Praja jadi Plt Bupati Rejang Lebong usai Muhammad Fikri kena OTT KPK. Roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan.
Menurut Titi, pilkada di banyak daerah masih berlangsung dengan biaya politik yang sangat tinggi, sementara sistem pengaturan dan pengawasan dana kampanye belum berjalan efektif.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) buka suara terkait penggeledahan rumah pejabat pajak oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved