Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Muannas Alaidid Sebut Materi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Lampaui Batas Kebebasan Berekspresi

Rahmatul Fajri
11/1/2026 08:00
Muannas Alaidid Sebut Materi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Lampaui Batas Kebebasan Berekspresi
Pandji Pragiwaksono(Instagram)

FOUNDER Indonesian Cyber, Muannas Alaidid, melayangkan kecaman keras terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk "Mens Rea". Muannas menilai materi tersebut telah melewati batas kebebasan berekspresi karena menjadikan praktik ibadah sholat sebagai bahan lelucon di ruang publik.

Melalui unggahan di media sosial resminya, Muannas menyebut materi yang dibawakan Pandji tidak hanya sekadar kritik sosial atau politik, tetapi berpotensi merusak akidah dan melukai perasaan umat Islam.

"Apakah pantas agama yang kita jadikan pedoman, dijadikan materi komedi atas dasar kritik politik? Apakah harus membawa-bawa agama dalam urusan politik?" ujar Muannas melalui akun X, dikutip Minggu (11/1/2026).

Muannas juga mengingatkan publik mengenai rekam jejak Pandji yang sebelumnya sempat menuai kritik saat menyinggung kelompok tertentu. Menurutnya, polemik kali ini jauh lebih serius karena menyentuh ranah keyakinan yang fundamental.

Ia mempertanyakan urgensi menjadikan salat sebagai bahan satire politik. Muannas menekankan salat merupakan ibadah paling utama dalam Islam yang berfungsi menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar, sehingga tidak layak dijadikan bahan tertawaan di hadapan ribuan penonton.

"Kini, sholat dijadikan bahan lelucon untuk satire politik. Apa melecehkan agama dan suku di Indonesia sekarang sudah dianggap sebagai kebebasan berekspresi?" tulis Muannas di akun Instagram dan X miliknya.

Lebih lanjut, Muannas menilai Pandji telah melampaui batas toleransi publik. Ia pun mendorong adanya peran tegas dari negara dalam menyikapi persoalan ini agar tidak memicu kegaduhan yang lebih luas di masyarakat.

"Tentu semua ada batasannya dan Pandji jelas-jelas telah menjadi bagian orang yang melewati batas. Kalau negara diam, rakyat yang harus bergerak," pungkasnya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya