Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menilai langkah pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) guna mengatur penempatan anggota Polri pada jabatan sipil sebagai solusi yang bijak. Langkah ini diharapkan mampu mengakhiri polemik serta pro-kontra di masyarakat terkait implementasi Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025.
Rudianto menjelaskan, saat ini Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) memang belum memuat norma yang secara spesifik mengatur penugasan anggota Polri di instansi sipil.
"Pemerintah mengeluarkan PP supaya ada kepastian hukum. Ini solusi terbaik karena di UU Polri saat ini belum ada norma yang mengatur anggota Polri bisa bertugas di instansi sipil. Selama ini ada pro-kontra, ada yang menganggap sesuai putusan MK, ada juga yang menilai bertentangan," ujar Rudianto di Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Rudianto menyadari PP juga menjadi instrumen yang tepat untuk segera mengakhiri polemik Perpol 10/2025. Ia mengatakan revisi UU Polri untuk mengatur penempatan anggota Polri aktif tentu membutuhkan waktu karena harus melibatkan partisipasi bermakna (meaningful participation) dari masyarakat. Maka dari itu, kehadiran PP menjadi krusial sebagai payung hukum dan mengakhiri polemik.
Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu mengungkapkan bahwa Komisi III DPR RI telah menargetkan Revisi UU Polri sebagai RUU Prioritas setelah masa reses mendatang.
"UU Polri kemungkinan baru dibahas pada 2026. Karena itu, inisiatif pemerintah membuat PP adalah langkah bijak untuk menyudahi polemik di tengah masyarakat sambil menunggu proses legislasi di DPR," imbuhnya.
Terkait instansi mana saja yang bisa diisi oleh personel kepolisian, Rudianto merujuk pada mandat konstitusi dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 mengenai tugas Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum. Menurutnya, anggota Polri dimungkinkan menduduki jabatan sipil sepanjang memiliki kaitan dengan tugas-tugas kepolisian.
Ia membandingkan rencana ini dengan UU TNI yang telah secara jelas mengatur kementerian/lembaga yang berkaitan dengan pertahanan.
"Bicara konstitusi, sepanjang ada sangkut pautnya dengan tugas kepolisian, itu memungkinkan. Kita akan bahas dalam revisi UU Polri nanti, instansi mana saja yang bisa diisi. Jika instansi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan keamanan atau penegakan hukum, maka personel yang bersangkutan harus mundur atau pensiun," kata Rudianto. (M-3)
Pemerintah tetap melanjutkan penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penataan jabatan bagi anggota Polri aktif sebagai solusi transisi.
Listyo menilai perpol itu sejakan dengan putusan MK. Eksekutif terkesan mengabaikan Polri duduki jabatan sipil. Polisi yang menduduki jabatan sipil harus pensiun dini.
Ia mengakui masih ada ruang perbaikan, khususnya pada aspek redaksional agar tidak menimbulkan penafsiran ganda.
Diketahui, Perkap ini merupakan tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait larangan anggota aktif menduduki jabatan sipil.
Feri menilai penerbitan Perkap 10/2025 bukan hanya bermasalah secara hukum, tetapi juga secara politik dan etis.
Program Bestari besutan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mulai tuai hasil. Dua pemuda resmi bekerja sebagai barista profesional di Arab Saudi. Simak kisahnya!
Bisa jadi kata cemooh berasal dari kata ini; atau setidaknya memiliki nalar dan rasa yang sebangun.
Kegiatan ini menandai dimulainya Safari Ramadan Partai NasDem sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dan silaturahmi kader dengan masyarakat.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Surya Paloh menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahmi bagu seluruh elemen bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Buka Puasa Bersama Partai NasDem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved