Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Berulangnya tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kepala daerah tidak berkorelasi dengan sistem pemilihan langsung yang saat ini diterapkan. Perihal korupsi merupakan masalah pada integritas individu, bukan pada sistem demokrasi yang ada.
Demikian disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Rendy NS. Umboh saat dihubungi, Kamis (11/12). "Tidak ada hubungannya OTT kepala daerah dengan sistem pilkada. Kalau perlu tangkap saja semua kepala daerah yang memang korupsi, bukan mengubah sistem pemilihan yang ada," tuturnya.
Dia menambahkan, justru dengan KPK yang gencar mengungkap korupsi kepala daerah dapat menjadi pengingat bagi para calon kepala daerah lain di masa mendatang. Dengan itu, diharapkan para calon kepala daerah di kemudian hari tak lagi menjadikan uang sebagai alat untuk memenangkan pemilihan.
Sebab, jika uang dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan, maka tipis kemungkinan praktik lancung ketika menjabat dihindari. Alih-alih fokus bekerja, kepala daerah terpilih justru sibuk mengembalikan modal yang dihabiskan selama kampanye.
Rendy mendorong agar momen penangkapan kepala daerah tak dijadikan sebagai alasan untuk mengubah sistem pemilihan. Selain tidak relevan, itu juga merupakan wujud kemunduran demokrasi dan pengkhiatan terhadap demokrasi.
Belum lagi pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga tak bisa menjamin angka korupsi kepala daerah akan turun. "Justru nanti politik uangnya akan lebih besar, karena transaksionalnya terjadi antara elite, para calon kepala daerah dengan DPRD," jelasnya.
Pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga dinilai tak mencerminkan demokrasi yang sesungguhnya. Itu karena masyarakat tak bisa mengenali dan memilih secara langsung siapa sosok yang akan menjadi pemimpin di wilayahnya. (Mir/P-1)
Isu OTT KPK di Pati menghebohkan publik. Bupati Pati Sudewo disebut ikut diperiksa terkait dugaan jual beli jabatan perangkat desa. Simak fakta dan klarifikasinya.
WARGA Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendesak pemerintah daerah menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang oleh kepala desa mereka.
KPK menyebut PT Blueray bertindak sebagai importir dari banyak perusahaan dan kini mendalami peran afiliasi serta modus suap dalam kasus dugaan korupsi importasi di Bea Cukai.
KPK mendalami dugaan korupsi Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan, yang menggunakan perusahaan penukaran valuta asing untuk menyamarkan uang Rp2,5 miliar.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik korupsi impor barang palsu atau KW yang melibatkan PT Blueray Cargo dan oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kasus ini terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2026 di Jakarta dan Lampung.
KPK menggeledah kantor serta rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok terkait kasus suap sengketa lahan. Penyidik menyita dokumen dan uang USD50 ribu.
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
Apakah itu wujud pelampisan dendam atau strategi dalam menghadapi kasusnya? Atau, dia sekadar cari panggung dan menarik simpati?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved