Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Profil KH Zulfa Mustofa: Santri Kajen yang Kini Mengemban Tugas Pj Ketum PBNU

Akmal Fauzi
10/12/2025 20:35
Profil KH Zulfa Mustofa: Santri Kajen yang Kini Mengemban Tugas Pj Ketum PBNU
Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa(Antara/HO-PBNU)

KH Zulfa Mustofa resmi ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Selasa (9/12), di tengah memanasnya dinamika internal organisasi. Sosok yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum PBNU itu diangkat melalui rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta.

Sebelum rapat pleno dan penunjukan Pj Ketum PBNU, rapat Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 menyampaikan hasil kajian internal mereka, termasuk keputusan bahwa Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diminta mengundurkan diri. Karena penolakan untuk mundur, Syuriyah menyatakan Gus Yahya diberhentikan dari jabatannya per 26 November 2025.

Dengan keputusan tersebut, Zulfa Mustofa ditugaskan menjabat sebagai Pj Ketua Umum hingga muktamar PBNU digelar pada 2026.

Usai ditetapkan, Zulfa mengimbau seluruh pengurus PBNU, mulai tingkat pusat, wilayah, cabang, hingga ranting, serta para kiai dan warga NU kultural untuk kembali bersatu. Ia berharap penetapannya dapat mengakhiri ketidakpastian yang terjadi di tubuh organisasi.

Saat ini, PBNU berada pada dua posisi berbeda. Pertama kubu yang tetap mendukung Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf. Kedua, kubu yang mendukung keputusan pleno yang menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum.

Profil KH Zulfa Mustofa

KH Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Ia merupakan putra pasangan KH Muqarrabin dan Nyai Hj Marhumah Latifah. Dari garis keluarga, Zulfa juga dikenal sebagai keponakan Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin.

Perjalanan Organisasi

Karier organisasi Zulfa dimulai pada 1997 ketika ia bergabung dengan Gerakan Pemuda Ansor di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di Ansor, ia aktif dalam bidang kajian dan pengembangan, serta membangun tradisi pengajian yang mencapai ratusan jamaah.

Selain di PBNU, Zulfa juga memiliki rekam jejak di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam struktur MUI periode 2025–2030, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris MUI Pusat, setelah sebelumnya menjadi Sekretaris Jenderal MUI DKI Jakarta.

Pendidikan dan Kiprah Keilmuan

Zulfa menempuh pendidikan dasar di SD Al-Jihad Jakarta sebelum melanjutkan sekolah dasar hingga tamat di Pekalongan. Pendidikan madrasah ia jalani di MTS Salafiyah Simbangkulon, kemudian berpindah ke Kajen, Pati, Jawa Tengah, tempat ia menamatkan pendidikan aliyah.

Usai menyelesaikan pendidikan, Zulfa sempat menggantikan ayahnya mengajar di majelis taklim, sebelum kemudian mendirikan majelis taklim Darul Musthofa pada tahun 2000.

Pada 25 September 2024, Zulfa menerima gelar doktor honoris causa bidang Ilmu Arudl Kesusastraan Arab dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Ia menyampaikan orasi ilmiah bertema “Menghidupkan Kembali Syair Arab di Masyarakat Indonesia”, yang menyoroti peran syair Arab dalam pendidikan karakter.

Respons Gus Yahya

Menanggapi rapat Pleno Syuriyah PBNU yang menetapkan Pj Ketua Umum, Gus Yahya menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan manuver politik yang tidak memiliki dasar kuat. Ia menyatakan bahwa secara de jure maupun de facto masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

"Itu kan manuver, seperti saya bilang sejak awal bahwa secara de jure maupun de facto, saya masih tetap dalam kedudukan saya sebagai Ketua Umum Tanfidizyah PBNU, saya masih efektif dalam fungsi saya termasuk menggerakkan organisasi sampai ke bawah," ujar Yahya di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (9/12).

Menurut AD/ART, kata Gus Yahya, pergantian ketua umum hanya dapat dilakukan melalui muktamar sebagai forum tertinggi organisasi.

"Apapun keinginan orang untuk menghentikan saya tanpa muktamar, tanpa forum musyawarah tertinggi itu tidak mungkin bisa dieksekusi karena bertentangan dengan AD/ART dan melawan hukum," kata Yahya. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik