Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Keluarga Ma’ruf Amin Bantah Restui Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU

Media Indonesia
10/12/2025 20:23
Keluarga Ma’ruf Amin Bantah Restui Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU
KH Zulfa Mustofa (tengah) memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025).(ANTARA/Asep Firmansyah)

PUTRI Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, Siti Haniatunnisa Ma’ruf Amin, meluruskan pernyataan Zulfa Mustofa yang sebelumnya mengeklaim telah memperoleh restu dalam penetapannya sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar.

“Kami keluarga besar merasa terganggu dengan pemberitaan yang mengatasnamakan restu orangtua kami sebagai legitimasi untuk menjadi Penjabat Ketua Umum PBNU. Kami meluruskan bahwa klaim saudara Zulva Mustafa itu tidak benar,” kata Siti Haniatunnisa dalam keterangan yang diterima Rabu (10/12).

Siti menjelaskan, Ma’ruf Amin dikenal sebagai sosok yang bijak, sangat mencintai Nahdlatul Ulama, dan selalu menghormati serta mengikuti dawuh para kiai sepuh. Dengan prinsip itu pula, keluarga memastikan bahwa Ma’ruf Amin tidak pernah memberikan dukungan pribadi kepada pihak manapun dalam sengketa internal organisasi.

Ia menegaskan komitmen Ma’ruf Amin untuk mengikuti hasil Forum Sesepuh dan Mustasyar NU yang digelar pada 6 Desember di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Forum tersebut menilai bahwa proses pemakzulan ketua umum tidak sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi.

Selain itu, forum tersebut juga melihat adanya informasi terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum, yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.

Dalam forum itu juga merekomendasikan agar Rapat Pleno utk menetapkan PJ tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi.

Forum Sesepuh dan Mustasyar NU juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri, menjaga ketertiban organisasi, dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi memperbesar ketegangan. Mereka menegaskan bahwa persoalan internal ini harus diselesaikan melalui mekanisme jam’iyyah tanpa melibatkan pihak luar demi menjaga kewibawaan NU sebagai aset bangsa.

“Kami berkewajiban mengklarifikasi demi menjaga nama baik orang tua kami dan martabat Nahdlatul Ulama. Beliau tidak berada pada posisi merestui atau mendukung salah satu pihak yang berselisih; beliau berpegang pada keputusan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU di Tebuireng,” kata Siti Haniatunnisa.

Keluarga berharap klarifikasi ini dapat menghentikan penyalahgunaan nama sang Ma’ruf Amin  serta mengingatkan seluruh pihak untuk mengedepankan adab, tabayyun, dan musyawarah dalam menjaga marwah organisasi.

Sebelumnya, Zulfa Mustofa dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada Selasa (9/12) malam. menyatakan telah meminta restu kepada Ma'ruf Amin, yang juga merupakan pamannya dan Mustasyar PBNU. Dalam pernyataannya di arena rapat pleno, ia menegaskan dirinya adalah santri dari banyak kiai besar di PBNU. 

"Tidak perlu disebut, saya pasti bukan cuma santri, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin, dan saya sudah minta restu beliau. Dan semoga insyaallah restu-restu semuanya membuat perjalanan ini menjadi lebih ringan," kata Zulfa. (P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik