Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRI Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, Siti Haniatunnisa Ma’ruf Amin, meluruskan pernyataan Zulfa Mustofa yang sebelumnya mengeklaim telah memperoleh restu dalam penetapannya sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar.
“Kami keluarga besar merasa terganggu dengan pemberitaan yang mengatasnamakan restu orangtua kami sebagai legitimasi untuk menjadi Penjabat Ketua Umum PBNU. Kami meluruskan bahwa klaim saudara Zulva Mustafa itu tidak benar,” kata Siti Haniatunnisa dalam keterangan yang diterima Rabu (10/12).
Siti menjelaskan, Ma’ruf Amin dikenal sebagai sosok yang bijak, sangat mencintai Nahdlatul Ulama, dan selalu menghormati serta mengikuti dawuh para kiai sepuh. Dengan prinsip itu pula, keluarga memastikan bahwa Ma’ruf Amin tidak pernah memberikan dukungan pribadi kepada pihak manapun dalam sengketa internal organisasi.
Ia menegaskan komitmen Ma’ruf Amin untuk mengikuti hasil Forum Sesepuh dan Mustasyar NU yang digelar pada 6 Desember di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Forum tersebut menilai bahwa proses pemakzulan ketua umum tidak sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi.
Selain itu, forum tersebut juga melihat adanya informasi terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum, yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.
Dalam forum itu juga merekomendasikan agar Rapat Pleno utk menetapkan PJ tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi.
Forum Sesepuh dan Mustasyar NU juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri, menjaga ketertiban organisasi, dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi memperbesar ketegangan. Mereka menegaskan bahwa persoalan internal ini harus diselesaikan melalui mekanisme jam’iyyah tanpa melibatkan pihak luar demi menjaga kewibawaan NU sebagai aset bangsa.
“Kami berkewajiban mengklarifikasi demi menjaga nama baik orang tua kami dan martabat Nahdlatul Ulama. Beliau tidak berada pada posisi merestui atau mendukung salah satu pihak yang berselisih; beliau berpegang pada keputusan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU di Tebuireng,” kata Siti Haniatunnisa.
Keluarga berharap klarifikasi ini dapat menghentikan penyalahgunaan nama sang Ma’ruf Amin serta mengingatkan seluruh pihak untuk mengedepankan adab, tabayyun, dan musyawarah dalam menjaga marwah organisasi.
Sebelumnya, Zulfa Mustofa dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada Selasa (9/12) malam. menyatakan telah meminta restu kepada Ma'ruf Amin, yang juga merupakan pamannya dan Mustasyar PBNU. Dalam pernyataannya di arena rapat pleno, ia menegaskan dirinya adalah santri dari banyak kiai besar di PBNU.
"Tidak perlu disebut, saya pasti bukan cuma santri, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin, dan saya sudah minta restu beliau. Dan semoga insyaallah restu-restu semuanya membuat perjalanan ini menjadi lebih ringan," kata Zulfa. (P-4)
KEMELUT di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini masih menjadi perbincangan.
Sebelumnya, Ma'ruf Amin menjabat posisi Ketua Dewan Pertimbangan MUI pada periode 2020-2025 dan sebagai ketua umum pada periode 2015–2020.
Peluncuran QRIS Wakaf Tunai itu dilaksanakan di sela penyelenggaraan seminar Wakaf Preneur di Jakarta (30/10/2025).
Deklarasi kebangsaan ini dipimpin Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina FKN, Ma’ruf Amin didampingi Wury Estu Handayani.
Teddy menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai arah pembangunan bangsa ke depan.
Rais Syuriyah PBNU, Mohammad Nuh, menanggapi pernyataan kubu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang menyebut rapat pleno di Hotel Sultan tidak sah.
KH Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum PBNU di tengah panasnya konflik internal. Berikut profil lengkap KH Zulfa Mustofa
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
PBNU menyebut Rapat Pleno tersebut tidak hanya melanggar AD/ART, tetapi juga mengabaikan arahan tegas dari para kiai sepuh dan Mustasyar.
Rapat pleno PBNU menetapkan Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved