Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Forum Kiai Nyai Muda NU Dorong Rekonsiliasi PBNU lewat Musyawarah Terbuka

Akmal Fauzi
09/12/2025 13:44
Forum Kiai Nyai Muda NU Dorong Rekonsiliasi PBNU lewat Musyawarah Terbuka
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (kiri) didampingi Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (kanan).(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

FORUM Kiai Nyai Muda Nahdlatul Ulama (FKNM NU) menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan organisasi melalui musyawarah terbuka. Langkah ini dinilai krusial agar NU tetap berjalan sesuai aturan dan terus menjaga khidmah bagi masyarakat.

Menurut FKNM NU, dinamika yang terjadi di Pengurus Besar NU (PBNU) belakangan ini perlu disikapi dengan kepala dingin dan langkah yang terukur, supaya tidak mengganggu kerja-kerja jamiyah di tingkat daerah. Mereka memandang musyawarah sebagai tradisi NU yang tidak hanya meredam konflik, tetapi juga memastikan semua persoalan diselesaikan sesuai amanah muktamar.

“NU membutuhkan ruang yang tenang. Konflik internal harus diselesaikan melalui musyawarah. Suara kami mungkin lirih, tetapi menjadi bagian dari tinta peradaban NU,” ujar Koordinator FKNM NU, Nyai H. Fatimah Asri Mutmainah, pengasuh Ponpes al-Aziz Lasem, dikutip Antara, Selasa (9/12).

Ia menegaskan selama ini kiai dan nyai muda tidak memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, sehingga forum ini menjadi wadah resmi untuk bersuara.

Sejumlah pengasuh pesantren yang bergabung dalam forum ini antara lain K.H. Ahmed Shoim El Amin (PP Ihya Ulumaddin, Cilacap), Agus H. Ahmad Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo, Kediri), K.H. Faiz Makki (PP Nurul Jadid, Paiton), serta para nyai muda seperti Dr. Hj. Iffatul Umniati Ismail (Sampang) dan Dr. Hj. Maya Fitria (PP Krapyak, Yogyakarta).

Anggota FKNM NU dari Jakarta Dr. KH. Rifqi Muhammad Fatkhi menyebut Muktamar mendatang harus dijadikan momentum penataan ulang tata kelola jamiyah.

“Muktamar harus menjadi ruang perbaikan dan penyempurnaan tata kelola. Pengurus di semua tingkatan juga wajib menjaga marwah NU,” tegasnya.  

FKNM NU juga mengajak semua pihak menahan diri dari langkah yang dapat memperkeruh suasana, sekaligus mendorong warga NU mendoakan para pemimpin jamiyah agar diberi kebijaksanaan dalam mengambil keputusan terbaik.

Forum menegaskan kesiapan mereka mendukung setiap upaya yang memperkuat aturan dan menata struktur organisasi.

“Sikap ini diambil semata-mata demi merawat jam’iyyah. NU harus terus melanjutkan khidmah bagi umat dan bangsa,” pungkas Nyai Fatimah. (Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik