Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrat menegaskan tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam polemik tudingan ijazah palsu yang kembali menyeret nama mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan itu disampaikan guna meluruskan anggapan publik setelah komentar salah satu kadernya dinilai mengarah pada isu tersebut.
Juru bicara Partai Demokrat, Diska Putri menekankan bahwa partainya sama sekali tidak pernah ikut terlibat atau diminta terlibat dalam polemik tersebut. Ia menyatakan kebingungan karena polemik ijazah itu kini seolah menyeret banyak pihak, termasuk Demokrat.
“Kami justru ingin menyampaikan bahwa tidak pernah ada arahan atau apa pun untuk ikut dalam polemik ijazah ini,” ujar Diska dalam keterangannya, Jumat (28/11).
Diska menjelaskan, pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat sekaligus anggota Baleg DPR RI, Benny K Harman, yang sempat viral, sebenarnya disampaikan dalam konteks pembahasan RUU Pendidikan dan Dosen, khususnya terkait sertifikasi.
Menurutnya, tidak ada satu pun pernyataan Benny yang secara eksplisit menyinggung nama tertentu. “Pernyataan Pak Benny itu tidak menyebut siapa pun. Jadi kami bingung kenapa malah dianggap sebagai tuduhan,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa Demokrat selalu menjunjung politik yang beretika. “Kami selalu diajarkan politik yang santun. Pak SBY itu selalu melakukan politik yang santun,” kata Diska.
Karena itu, ia mempertanyakan alasan yang membuat Demokrat dianggap turut berkepentingan dalam isu yang tengah memanas tersebut. “Tidak pernah ada kebutuhan bagi Partai Demokrat untuk ikut dalam polemik yang berlangsung,” tuturnya. (Dev/P-2)
Akankah trio Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifa akhirnya ditinggalkan sendirian melawan Jokowi di medan hukum?
Laporan Partai Demokrat tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Demokrat menyatakan keberatan mendalam karena merasa dirugikan secara institusi maupun nama baik tokoh sentral partai.
Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan bahwa ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan sah dan autentik.
Kepolisian mempersilakan pihak tersangka untuk menempuh jalur hukum jika merasa keberatan dengan putusan tersebut.
Ketidakjelasan justru berpotensi menimbulkan keresahan dan saling curiga di tengah masyarakat.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Roy pun memperlihatkan sebuah kertas yang menampilkan foto Jokowi berpelukan dengan Eggi Sudjana. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu memastikan foto tersebut palsu.
Refly mengaku baru dapat informasi bahwa saksi dan ahli meringankan itu dipanggil untuk diperiksa pada Selasa (20/1).
MANTAN Presiden Joko Widodo berharap, Polda Metro Jaya dan penyidik membuka kemungkinan langkah restorative justice (RJ) bagi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved