Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Polri: Prahara Agustus jadi Titik Balik Transformasi

Media Indonesia
19/11/2025 21:11
Polri: Prahara Agustus jadi Titik Balik Transformasi
Polisi melakukan pengamanan saat terjadi unjuk rasa di Jakarta, pada akhir Agustus 2025.(Dok.Antara)

Polri menyebut bahwa peristiwa kerusuhan dalam unjuk rasa pada akhir Agustus 2025 lalu menjadi titik balik bagi kepolisian untuk merefleksikan kembali situasi keorganisasian Korps Bhayangkara.

Hal itu disampaikan Wakalemdiklat Polri Irjen Pol. Achmad Kartiko saat membacakan pidato kunci Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dalam acara Dialog Literasi Kebangsaan STIK yang mengusung tema Transformasi Polri: Antara Citra dan Realita.

“Di antara banyaknya peristiwa yang Polri hadapi beberapa bulan ke belakang, ada 'prahara Agustus', menjadi titik balik bagi Polri untuk melakukan refleksi terhadap situasi organisasi saat ini,” kata Achmad di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, hari ini.

Ia mengatakan, belajar dari rentetan peristiwa yang terjadi, Polri menyadari bahwa harus lebih peka terhadap perubahan sosial yang terjadi, lebih terbuka terhadap kritik, dan responsif terhadap aspirasi publik.

Maka dari itu, untuk menjawab tuntutan masyarakat, Polri mencanangkan program akselerasi transformasi Polri.

“Program ini dirumuskan secara terukur, berbasis data, serta berorientasi pada permasalahan riil di lapangan,” ujarnya.

Jenderal polisi bintang dua itu menyebut dua fokus utama dalam program tersebut adalah mengubah wajah pelayanan publik Polri melalui optimalisasi Samapta; SPKT; sentra pelayanan kepolisian terpadu; dan hotline 110 serta peningkatan kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat melalui patroli dialogis dan optimalisasi community policing.

“Fokus ini ditentukan berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada bulan April yang menunjukkan bahwa di antara tiga tugas pokok Polri, pelayanan publik mendapatkan nilai yang rendah, yang terendah,” kata Achmad.

Dari survei tersebut, masyarakat menilai bahwa perbaikan yang paling dibutuhkan saat ini adalah peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.

Temuan tersebut pun menjadi dasar bagi Polri untuk melakukan perbaikan pelayanan publik secara menyeluruh dan meningkatkan kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat.(Ant/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya