Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SIDANG dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak di lingkungan PT Pertamina (Persero) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/11) malam mengungkap fakta baru. Dalam persidangan itu terungkap PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) lebih memilih menyewa kapal Olimpic Luna dibanding kapal Suezmax karena lebih murah.
Hal itu terungkap dalam kesaksian mantan VP Sales & Marketing PT Pertamina International Shipping (PT PIS), Muhamad Resa yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Direktur Feedstock and Produk Optimization PT Pertamina Internasional Sani Dinar Saifuddin selaku, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi, dan Vice President (VP) Feedstock Agus Purwono.
Kemudian, terdakwa beneficial owner PT Navigator Katulistiwa, Muhammad Kerry Andrianto Riza dan Komisaris PT Navigator Katulistiwa, Dimas Werhaspati, dan Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.
Dalam persidangan itu, Resa menjelaskan mengenai proses permintaan sewa kapal angkut minyak mentah dari PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI). Kapal tersebut untuk mengangkut minyak mentah dari dari Afrika Barat menuju Cilacap.
Pengadaan kapal tersebut melalui negosiasi sehingga mendapatkan harga yang sesuai.
"Sepengetahuan saudara saksi kapan ada komunikasi atau permintaan dari PT KPI terkait pengadaan kapal untuk mengangkut minyak mentah dari Afrika Barat. Ini kan KPI ada pelelangan di bawah satu juta barel yang akan diangkut ke Indonesia membutuhkan kapal. Apakah pernah PT PIS menerima surat dari KPI terkait permintaan penawaran harga dari PIS untuk mengadakan kapal untuk minyak mentah tadi dari Afrika Barat ke Indonesia," tanya jaksa kepada Resa di ruang persidangan.
Dipaparkan, pada 15 November 2022, PT PIS menerima permintaan penawaran jasa pengangkutan kapal dari PT Pertamina Kilang Internasional (PT KPI). Permintaan tersebut berkaitan dengan impor minyak mentah jenis Escravos sebanyak 950 MB untuk kebutuhan RU IV Cilacap, dengan jadwal kedatangan (ALD) pada 3–4 Januari 2023. Menindaklanjuti permintaan itu, PT PIS sebagai subholding PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang penyedia jasa pelayaran mencarikan kapal pengangkut jenis Suezmax, yang menurut Resa dianggap sesuai dengan kapasitas impor tersebut.
"Jadi kalau gambaran besarnya tahap pertama itu tanggal 15 November sampai 7 Desember. Dan setelah itu tanggal 7 Desember sampai 30 Desember 2022," jawab Resa.
Resa menerangkan pada tahap pertama pihaknya menawarkan US$ 9,4 juta untuk sekali pengangkutan dengan kapal Suezmax.
Kemudian disebutkan terjadi kenaikan harga imbas dari kenaikan kurs dolar dan pasar kapal, penawaran naik menyentuh angka US$ 10,5 juta.
Namun, PT KPI menilai angka tersebut terlalu mahal. "Ini ceritanya masih menggunakan kapal Suezmax. Kemudian apa tindaklanjutnya setelah US$ 10,5 juta tersebut dianggap mahal. PT KPI meminta penawaran lagi atau meminta kapal tipe lain," kata jaksa.
Jaksa lalu menanyakan apa tindak lanjut dari penolak harga tersebut.
"KPI meminta penawaran lagi atau mencarikan kapal tipe lain," tanya jaksa.
Resa di persidangan menerangkan pada 7 Desember 2022, PT KPI meminta menjajaki potensi rencana kerja sama dengan Totsa.
"Kemudian apa tindak lanjut saudara ketika ada permintaan untuk menindaklanjuti Totsa. Yang dimaksud kapal apa VLCC. Jadi ketika PT KPI menganggap harga Suezmax mahal kemudian ia menyodorkan alternatif kapal lain VLCC. Apa tindak lanjut dari PIS ada permohonan itu," tanya jaksa.
Kemudian Resa mengatakan pihaknya meneruskan informasi tersebut ke PIS Singapura.
Resa lalu membacakan balasan dari PIS Singapura penawaran harga US$ 6,9 juta dengan kapal Olimpic Luna.
"Oke berarti ada nilai muncul lagi US$ 6,9 juta. Itu menggunakan kapal apa pak?" Tanya jaksa.
"Disebutkan kapal Olimpic Luna," jawab Resa.
Dikatakan kapal tersebut ukuran lebih besar dari permintaan kapal Suezmax dengan harga sewa US$ 6,9 juta.
"Singkat cerita Suezmax kemahalan kemudian ditolak minta dicarikan kapal yang baru alternatifnya ternyata dapatlah. VLCC dengan nama kapalnya Olimpic Luna dengan harga US$ 6,9 juta," jelas jaksa.
Jaksa lalu menanyakan kapal tersebut disewa secara penuh atau setengah.
"Harga 6,9 (juta dolar) ini, harga penyewaan VLCC atau kapal ini. Co-load satu kapal dibagi dua, ada minyak mentah yang dikirim kepunyaan Totsa dan satu lagi kepunyaan milik KPI," tanya jaksa.
"Kalau dalam email ini disebutkan co-load," jawab Resa.
"Berarti harga 6,9 (juta dolar) ini harga co-load ya. Co-load ini kan satu kapal dibagi dua barengan dengan pihak yang menyewa duluan kemudian nanti pihak KPI menyewa belakangan," tanya jaksa.
"Betul pak co-load itu angkut bareng-bareng," jawab Resa. (Cah/P-3)
Selat Hormuz kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik internasional seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Tiga pejabat PT Pertamina dijatuhi vonis penjara hingga 10 tahun atas korupsi minyak mentah yang merugikan negara hingga Rp285 triliun.
Kuasa hukum Kerry Riza mempertanyakan tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.
PT Pertamina EP (PEP) Adera Field menemukan sumur minyak baru ABB-143 (U1) dengan potensi hingga 3.442 barel minyak per hari (BOPD).
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah berkualitas tinggi kepada AS.
Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, termasuk Yoki Firnandi, Agus Purwono, dan Sani Dinar Saifuddin.
Memaknai perjalanan 19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina menggelar serangkaian kegiatan sosial.
Tim kuasa hukum Muhammad Kerry Adrianto Riza membantah seluruh tuduhan jaksa dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak dan terminal BBM PT OTM.
Dua program tanggung jawab sosial PT Pertamina EP di Jawa Barat meraih predikat Bronze dalam ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026.
Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan imbalan sebesar Rp5.500 untuk setiap satu liter minyak jelantah yang disetorkan.
Keluarga besar Pertamina menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Capt Hendrick Lodewyck Adam, pilot pesawat charter Air Tractor AT-802 yang tengah menjalankan misi rutin penyaluran BBM .
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved