Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertindak profesional dalam menyelidiki dugaan korupsi dan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Ia mengatakan KPK harus menindaklanjuti sekecil apapun informasi terkait proyek tersebut. Termasuk jika harus meminta keterangan dari orang penting.
KPK, tegas dia, juga harus bersikap hati-hati dan jangan sampai terjebak adanya muatan politis dalam kasus tersebut. Ia menyayangkan pada tahap penyelidikan ini, muncul nama-nama yang disebut terlibat dalam dugaan korupsi proyek Whoosh.
"Dalam penyelidikan itu jangan kita menyebut nama dulu. Itu namanya politis. KPK jangan didorong-dorong, gitu. Kita belum tahu dan jangan mendahului. Kita ingin KPK bertindak profesional dan tidak berada di atas tekanan dan tidak untuk tujuan politik," kata Soedeson kepada Media Indonesia, Rabu (29/10).
Soedeson meminta semua pihak untuk kooperatif. Ia mengatakan ketika nantinya KPK perlu meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk figur besar seperti Presiden ke-7 RI Joko Widodo, maka hal tersebut wajib dilakukan.
"Membongkar korupsi wajib hukumnya bagi KPK. Kalau kemudian KPK dalam menjalankan tugasnya perlu meminta keterangan, termasuk orang-orang penting dan punya nama besar ya wajib dilakukan," katanya.
Sebelumnya, KPK menyampaikan tengah mengusut dugaan kasus terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Pengusutan itu masih tahap penyelidikan.
"Ya benar jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK," kata Jubir KPK Budi Prasetyo.
Namun, ia belum menjelaskan lebih lanjut terkait dugaan korupsi yang diusut. Budi mengatakan perkembangan kasus yang masih tahap penyelidikan belum dapat disampaikan secara terbuka ke publik. (H-4)
Ia menilai wajar jika penyidikan KPK menemukan potensi penyimpangan bukan hanya dalam pembiayaan APBN, tetapi juga dalam pengadaan lahan proyek.
KPK sepakat dengan Mahfud bahwa penelusuran kasus bisa dilakukan tanpa menunggu laporan. Namun, aduan merupakan bentuk kerja sama KPK dengan masyarakat.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan secara rinci kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kota Depok, Jawa Barat, pada 5 Februari 2026.
KPK menyebut ada dugaan penerimaan gratifikasi oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok Bambang Setyawan senilai Rp2,5 miliar.
KPK menyatakan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan meminta uang sebesar Rp1 miliar sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan.
KPK menyatakan anak usaha Kementerian Keuangan, PT Karabha Digdaya, mencairkan invois fiktif senilai Rp850 juta guna memenuhi permintaan Ketua PN Depok.
KPK tetapkan lima tersangka OTT di Depok, termasuk Ketua PN Depok, terkait dugaan gratifikasi pengurusan sengketa lahan. Penahanan 20 hari pertama.
KPK lakukan OTT di Depok, menyita Rp850 juta dari Juru Sita PN terkait dugaan gratifikasi dan pengurusan sengketa lahan. Lima tersangka ditetapkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved