Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
KISAH perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia sering kali lebih fokus pada narasi pahlawan pria. Di balik narasi tersebut, terdapat kontribusi nyata dari para perempuan yang berjuang keras dalam penulisan sejarah.
Perempuan Indonesia memiliki peranan penting, bukan hanya sebagai pendukung, melainkan juga sebagai penggerak utama perlawanan, pengajar, serta politisi yang handal. Sumbangsih mereka meliputi berbagai sektor, yang menegaskan perjuangan untuk kemerdekaan merupakan usaha bersama dari seluruh rakyat.
Partisipasi mereka dapat dilihat sejak awal perjuangan nasional. Figur-figur seperti R. A. Kartini dan Dewi Sartika dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan, dengan keyakinan bahwa kemerdekaan suatu bangsa bergantung pada kaum perempuan yang terdidik.
Dengan mendirikan sekolah-sekolah, mereka menciptakan peluang bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman politik. Di Sulawesi Utara, Maria Walanda Maramis juga mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan wanita di bidang sosial dan ekonomi.
Di lapangan tempur, perempuan menunjukkan keberanian luar biasa. Nama-nama seperti Cut Nyak Dien dari Aceh telah menjadi simbol perlawanan melawan penjajah Belanda.
Dalam konteks yang lebih besar, setelah proklamasi, banyak perempuan bergabung dalam berbagai laskar perjuangan. Mereka ambil bagian dalam perjuangan dengan berperan sebagai mata-mata, pengantar pesan, hingga menjadi tenaga medis yang merawat para prajurit yang terluka.
Dalam ranah politik, kontribusi perempuan juga sangat berpengaruh. Tokoh seperti Rasuna Said dikenal sebagai jurnalis perempuan yang berani dan lantang dalam mengkritik kebijakan penjajahan. Ia dengan berani menggunakan tulisan sebagai alat untuk mengekspresikan ketidakadilan dan mendorong semangat nasionalisme.
Di samping itu, Fatmawati, istri Presiden Soekarno, menciptakan sejarah dengan menjahit Bendera Pusaka Merah Putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan, menjadikannya simbol persatuan bangsa.
Perjuangan untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga melibatkan peran penting perempuan. Hal ini membuktikan bahwa perjuangan bukanlah tanggung jawab satu gender saja.
Mereka adalah pahlawan bangsa yang berjuang menggunakan senjata, pena, maupun jarum jahit, demi mewujudkan impian akan negara yang merdeka dan berdaulat. Warisan perjuangan mereka terus menginspirasi generasi mendatang untuk melestarikan dan memajukan bangsa.(Umsu/Kemenag/Z-2)
RANGKAIAN perayaan HUT ke-80 RI di Bontang yang digelar PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bukan hanya menyisakan euforia kemerdekaan, tetapi juga meninggalkan kontribusi ke warga.
INDONESIA memasuki usia 80 tahun kemerdekaan.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara dan pemerintah terhadap eksistensi DPD RI sebagai lembaga legislatif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Program pemberdayaan bagi sobat jiwa digelar demi menghilangkan stigma, memberikan pelatihan, dan membuka peluang kerja. Dampaknya sudah nyata.
PULUHAN nelayan di wilayah Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengikuti lomba balap perahu ketinting atau perahu tradisional, yang diadakan di Sungai Porong.
MESKI sudah sepekan peringatan HUT ke-80 RI, namun kemeriahan masih berlangsung di berbagai daerah.
Sebelum upacara hari kemerdekaan indonea dimulai, panggung seni terlebih dahulu dibuka dengan penampilan Gita Bahana Nusantara (GBN), dilanjutkan penampilan Endah Laras dengan Tanah Airku.
Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia membawa pesan penting bahwa persatuan menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan dan mewujudkan kemajuan bangsa.
Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dipimpin Inspektur Jenderal Kemensos, Dody Sukmono, yang tampil mengenakan pakaian adat Dayak.
Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan dengan mengikuti upacara bendera, lomba 17an, hingga mengunjungi wisata sejarah dan edukasi.
Kejaksaan Agung menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon hadir untuk membuka Tapak Tilas Proklamasi sebagai rangkaian dari perayaan Bulan Proklamasi untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved