Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menanggapi wacana Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang disebut akan berkantor di Papua. Menurut Tito, Gibran tidak akan menetap secara permanen di wilayah tersebut.
"Setahu saya tidak (menetap)," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7).
Tito menjelaskan, wapres berkantor di Papua sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. Dalam aturan tersebut, wapres memang memiliki peran sebagai Kepala Badan Percepatan Pembangunan Papua. Jabatan ini sebelumnya juga pernah diemban oleh Wakil Presiden ke-13, Ma’ruf Amin.
"Di dalam Undang-Undang itu, disebut waktu itu wapres. Itu wapres-nya Pak Ma’ruf Amin. Sudah sering kita rapat beberapa kali," ujar dia.
Namun, dalam pelaksanaannya, tugas di lapangan ditangani oleh Badan Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua. Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan siapa saja yang akan duduk di dalam badan tersebut.
"Nah yang ini belum ditunjuk, siapa Badan Eksekutifnya. Dan setelah itu kan ada perwakilan tokoh, ada lima. Saya ulangi, enam. Dari tiap-tiap provinsi ada satu tokoh. Itu yang bukan birokrat, bukan partai politik. Tokoh, ada yang toko agama dan lain-lain yang menjadi anggota dari Badan Eksekutif itu," jelas dia.
Ia juga membenarkan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah menyiapkan kantor di Papua. Namun, Tito menegaskan kantor tersebut bukan diperuntukkan secara khusus bagi Wapres Gibran.
"Memang kantornya itu nanti akan disiapkan oleh Menteri Keuangan. Saya ingat betul di Jayapura, di gedung Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara-nya itu ada berapa lantai itu, tower. Sudah disiapkan dari dulu. Tapi bukan untuk wapres," ucap dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa pemerintah tengah membahas rencana percepatan pembangunan di Papua. Presiden Prabowo disebut mempertimbangkan untuk memberi tugas khusus kepada Wapres Gibran guna menangani persoalan di wilayah tersebut. (P-4)
WAKIL Presiden, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya dan menyoroti bangunan gedung Poliklinik RSUD Dr Soekardjo yang mangkrak.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi langsung permukiman terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (19/1).
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Dekai ibukota Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Pangdam XVII/Cendrawasih mengatakan akan dijadwalkan kembali
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan yang dijadwalkan Rabu (14/1) disebabkan alasan keamanan sehingga wapres pergi ke Biak Numfor
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan. Kunjungan itu dijadwalkan Rabu (14/1) atas alasan keamanan
PEMBATALAN kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo mengungkap kembali potret kelam keamanan di Bandar Udara Nop Goliat Dekai atau Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Pemerintah menyiapkan bantuan Rp15-60 juta untuk rumah rusak akibat bencana di Sumatra. Namun, pencairan masih menunggu Inpres dan proses validasi data
Mendagri Tito Karnavian meminta praja IPDN menerapkan ilmu pemerintahan untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyalurkan 106 ribu pakaian baru dari perusahaan garmen untuk korban banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh, guna memenuhi kebutuhan sandang pengungsi.
Mendagri mengatakan telah mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian dan menyaksikan secara langsung kondisi warga yang memprihatinkan, terutama terkait kebutuhan sandang.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bantuan 30 ton beras untuk korban bencana di Medan bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari organisasi Bulan Sabit Uni Emirat Arab
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved