Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto menegaskan uang sebesar Rp2 miliar yang disita Tim Penyidik Kejaksaan Agung dari rumahnya, bukan merupakan bagian dari kasus terkait yang sedang didalami penyidik.
"Itu ( yang disita ) uang tabungan ya, uang tabungan untuk pendidikan anak saya," ungkap pria yang akrab disapa Wawan itu di tengah menunggu proses penggeledahan dokumen oleh Tim Penyidik Kejakgung, di Gedung Diamond Convention Center,Solo, Rabu (2/7/2025).
Menurut dia, uang itu merupakan hasil tabungan untuk kepentingan pendidikan anak-anaknya yang masih kecil dan perlu biaya untuk sekolah.
"Itu ada label (bank) tahun 2024 ya. Jadi tidak tidak terkait dengan kasus yang disidik. Tapi kami kooperatif. Karena mereka ( tim penyidik ) minta untuk diserahkan, ya kami prioritaskan. Tinggal nanti kita membuktikan," kata dia didampingi kuasa hukumnya, Calvin Wijaya dan Lurah Purwosari Suwanti yang siminta menjadi saksi dalam penggeledahan dokumen di gedung milik Sritex Grup itu.
Adik dari tersangka Iwan Setiawan Lukminto itu mengklaim bahwa uang Rp2 miliar yang disita Tim Kejakgung itu merupakan uang halal.
"Karena itu tidak disembunyikan," sergah Wawan.
Ketika ditanya alasan menyimpan uang tunai sebesar Rp2 miliar di rumah dan bukan di bank, Dirut Sritex itu mengatakan tipe orang konvensional yang ragu dengan bank. Ia beralasan menyimpan uang di bank bisa terjadi error dan lainnya.
"Jadi secara konservatif saya memilih simpan uang tunai di rumah," pungkas dia
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar merinci uang Rp2 miliar itu dipisah menjadi bagian berbeda. Pada kedua bagian uang tertuliskan PT Bank Central Asia, Tbk Cabang Solo. Adapun satu plastik bening berisi uang pecahan Rp 100 ribu senilai Rp1 miliar tertuliskan PT Bank Central Asia, Tbk Cabang Solo tertanggal 20 Maret 2024.
Lalu yang lainnya, satu plastik bening berisi uang pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 1 miliar tertuliskan PT Bank Central Asia, Tbk Cabang Solo tertanggal 13 Mei 2024.
Kejagung juga mencari dokumen terkait dengan kasus kredit yang saat ini tengah diselidiki. Rabu (2/7), Tim Kejakgung masih melakukan penggeledahan di Solo, seperti di Diamond Convention Center yang diduga sebagai tempat lain untuk menyimpan berbagai dokumen. (H-4)
Iwan berperan menandatangani sejumlah dokumen penting yang menjadi bagian dari skema pemberian kredit yang telah dikondisikan dalam kasus sritex
Kejakgung menetapkan Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto (IKL), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank
Iwan mengaku membawa sejumlah dokumen dalam pemeriksaan kali ini. Jenisnya tidak dirinci oleh dia.
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) menggeledah rumah Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto, pada Senin, 30 Juni 2025.
Dirut Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, selesai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (18/6). Ia mengaku mendapat 12 pertanyaan.
HASIL survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu, (8/2), mencatat adanya peningkatan perhatian publik terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan temuan terbaru dari survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung menjadi yang tertinggi.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Laporan masyarakat akan dianalisis secara mendalam.
Syarief mengatakan, pihaknya kini tengah mengumpulkan sejumlah fakta atas penurunan IHSG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved