Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN antara Wakil Presiden (wapres) Gibran Rakabuming Raka dan mantan Wakil Presiden ke-6, Try Sutrisno dalam acara Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila dinilai dapat meredam isu pemakzulan wapres yang sempat berkembang. Dalam pertemuan itu, Gibran terlihat bersalaman dengan Try Sutrisno sembari membungkuk.
Peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai, momen tersebut menjadi saluran strategis dalam menyambung silaturahim dan menyampaikan aspirasi penting, termasuk isu kontroversial pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Saya melihat, salaman antara Pak Try Sutrisno dengan Gibran merupakan hal yang secara etis sepatutnya dilakukan oleh siapa pun ketika bertemu dalam suatu acara bersama, sebagai bagian dari adat ketimuran,” katanya kepada Media Indonesia pada Selasa (3/6).
Menurutnya, kehadiran Try Sutrisno membawa legitimasi kuat bahwa hubungannya dengan pemerintah berlangsung baik karena dirinya adalah mantan wapres sekaligus salah satu penandatangan delapan usulan purnawirawan yang difasilitasi Forum Purnawirawan TNI-Polri.
“Ini juga menunjukkan bahwa para tokoh yang saling bersalaman, foto bersama, saling berbincang tersebut meskipun berbeda pandangan, mereka menunjukkan kedewasaan politik dan karena perbedaan yang ada bukan karena ranah privat tapi ranah publik,” imbuhnya.
Menurut Lili, terkait wacana pemakzulan Gibran sebagai poin kedelapan dari delapan usulan purnawirawan yang disampaikan beberapa waktu lalu, bukan hal mudah untuk direalisasikan.
Kendati demikian, Lili menyambut baik pertemuan tersebut di dalam forum resmi sebagai langkah awal meredakan eskalasi isu pemakzulan Gibran di ruang publik.
“Isu keterlibatan pak Try Sutrisno terkait pemakzulan Gibran merupakan ranah publik bukan ranah privat,” tukasnya.
Sejumlah purnawirawan yang tergabung dalam Forum Purnawirawan Prajurit TNI secara terbuka mengeluarkan delapan tuntutan. Salah satunya mengusulkan kepada MPR untuk mengganti Wapres Gibran Rakabuming Raka karena proses pemilihannya dianggap melanggar hukum. (H-4)
Peluncuran buku berjudul Filosofi Parenting Try Sutrisno di The Ballroom Djakarta Theater XXI, Jakarta.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menegaskan Presiden Joko Widodo akan menghadiri Sidang Tahunan MPR serta sidang gabungan DPR dan DPD tahun 2025
WAKIL Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersilaturahmi ke kediaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, di Jakarta, Rabu (13/8).
Wapres disambut langsung oleh Bapak Try Sutrisno, Ibu Tuti Try Sutrisno, dan putri pertama Wapres ke-6 ini, Ibu Nora Tristyana Try Sutrisno.
Kebersamaan yang ditunjukkan Prabowo dengan Megawati Soekarnoputri serta Gibran Rakabuming Raka dan Try Sutrisno memberikan atmosfer yang positif
Momen berjabat tangan itu menunjukkan kedewasaan Gibran dalam berpolitik dan berdemokrasi. Apalagi, Gibran menunjukkan gerak tubuh membungkuk saat bersalaman dengan Try.
Najib menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah meredakan ketegangan dan mendorong tercapainya islah atau rekonsiliasi di tubuh PBNU.
Untuk melengserkan Bupati Paii Sudewo harus melalui mekanisme di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
DPRD Kabupaten Pati resmi membentuk panitia khusus (pansus) hak angket untuk memproses pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.
Akan lebih bijak jika Jokowi menyebut dengan tegas orang besar yang membekingi tuduhan ijazah palsu dan pemakzulan Gibran.
Isu pemakzulan Gibran belum tentu dibekukan begitu saja oleh partai-partai di DPR. Pasalnya, isu tersebut dapat digunakan oleh partai untuk kepentingan mereka masing-masing.
PAKAR hukum tata negara UGM Zainal Arifin Mochtar alias Uceng meyakini bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat di-impeach atau dimakzulkan dari sisi hukum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved