Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian ingin Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), menjadi garda terdepan membangun daerah perbatasan, sehingga bisa mengembangkan potensi-potensi kewilayahan dari setiap teritorial terluar Indonesia.
Dalam laman Kemendagri yang dipantau di Jakarta, Selasa (1/10), pria yang juga Kepala BNPP itu menegaskan bahwa jajaran lembaga tersebut harus bergerak aktif dan cepat untuk memanfaatkan potensi yang ada.
"Ini penting untuk menjaga bukan hanya perbaikan kedepan, tapi eksistensi Badan (BNPP) lembaga itu sendiri," kata mantan Kapolri itu.
Baca juga : Gelar Rakordal 2023, BNPP akan Maksimalkan Program Kerja Aplikatif di Perbatasan Negara
Menurut dia, banyak hal positif yang dapat dilakukan BNPP, terlebih dengan adanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
BNPP, lanjut dia, berperan penting dalam mengelola PLBN yang tersebar di beberapa daerah. Infrastruktur tersebut dibangun sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan daerah perbatasan.
Tito mengingatkan seluruh jajaran, kunci penting yang harus dimiliki BNPP dalam membangun daerah perbatasan adalah koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait.
Baca juga : Pemerintah Ubah Wajah Perbatasan
Terlebih, lembaga itu memang dibentuk untuk mengoordinasikan kewenangan mengurus daerah perbatasan yang tersebar di kementerian dan lembaga. "Ini yang harus dipahami betul kenapa BNPP itu didirikan 14 tahun yang lalu," ujar dia.
Upaya mengembangkan daerah perbatasan ini, tambah Tito, penting agar masyarakat di wilayah tersebut dapat hidup makmur dan sejahtera.
Langkah itu juga menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga daerah perbatasan, sehingga perbatasan bisa menjadi daerah penyangga bagi pertahanan Indonesia.
Baca juga : Mendagri Tekankan Penguatan Kinerja BNPP
Untuk mewujudkan hal itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak.
Di samping upaya meningkatkan kinerja lapangan terus dilakukan, seperti mengelola PLBN dan menyelesaikan segmen-segmen lintas batas negara yang masih bermasalah.
Koordinasi yang efektif dan efisien, dapat dilakukan dengan menggelar rapat rutin yang mengundang Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan selaku Ketua Pengarah BNPP.
Baca juga : Kehadiran TNI di Wilayah Perbatasan Butuh Dukungan
Penyebaran informasi secara aktif kepada media massa juga harus dilakukan, sehingga setiap pencapaian kinerja dapat diketahui publik.
"Supaya masyarakat paham dan tahu, ketika ada dukungan publik, masyarakat mendukung," ujar dia. (Ant/J-2)
Kerja sama ini akan menjadi landasan bagi program-program kolaborasi yang sinergis antara BNPP dengan Baznas dalam berbagai bidang.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) untuk mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan.
Pesan perdamaian, kesejukan, dan keharmonisan harus terus disebarluaskan, bersamaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Satelit Republik Indonesia (Satria-1) yang akan diluncurkan pada 19 Juni 2023) waktu Indonesia, di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS).
Wilayah seluas sekitar 350 hektare ini memiliki posisi strategis sebagai jalur alternatif logistik menuju Bontang.
Pemerintah Thailand menegaskan tidak memerlukan campur tangan negara lain dalam upaya penyelesaian perselisihan dengan Kamboja.
ANGGOTA Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja menyoroti banyaknya jalur tikus di wilayah perbatasan yang belum diawasi secara optimal.
Pembangunan konektivitas jalan yang menghubungkan Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang, akan menjadi salah satu prioritas
BNN memperkuat informasi intelijen menjadi salah satu upaya untuk menjaga jalur perbatasan antarnegara.
Speed boat yang membawa sekitar 10 kilogram sabu itu menabrak kapal patroli Patkamla Mahesa, Minggu (20/10), akhirnya tenggelam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved