Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) meneken Nota Kesepahaman (MoU) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan melalui program pemberdayaan, berdasarkan prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI).
“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada BNPP atas komitmen kerjasama strategisnya yang dibangun bersama Baznas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di perbatasan,” ungkap Deputi Bidang II Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Imdadun Rahmat, dilansir dari keterangan resmi, Jumat (10/10).
Imdadun menjelaskan dalam undang-undang pengelolaan zakat ada tiga kata kunci, bahwa pengelolaan zakat itu harus dikaitkan dengan agenda bangsa ini, pertama peningkatan kesejahteraan masyarakat, kedua, penanggulangan kemiskinan dan ketiga, mengurangi kesenjangan sosial.
“Oleh karena itu sudah sangat tepat kerja sama ini, BNPP, TNI dan Baznas telah menandatangani MoU dan pagi ini kita akan menandatangani PKS sebagai tindak lanjutnya,” kata Imdadun.
Imdadun berharap, kerja sama ini akan menjadi landasan bagi program-program kerjasama yang sinergis antara BNPP dengan Baznas dalam berbagai bidang, terutama ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
“Alhamdulillah sinergi antara BNPP dan Baznas tidak hanya di atas kertas tapi sudah kita implementasikan di berbagai tempat antara lain, seperti pembangunan sarana ibadah dan pembelian makanan bergizi untuk masyarakat perbatasan dan program beasiswa,” terangnya.
Terakhir, Imdadun berharap melalui kerja sama ini juga nantinya dapat meningkatkan penghimpunan zakat di daerah-daerah, sehingga berkontribusi lebih besar dalam upaya mensejahterakan masyarakat di masa-masa mendatang.
“Dan yang paling penting di dalam pengelolaan zakat kami mengacu pada 3A, aman syar'i, aman regulasi dan aman NKRI untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat,” kata dia.
Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP, Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong, menyampaikan terima kasih kepada Baznas atas komitmennya bersama BNPP dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat di daerah perbatasan.
“Mudah-mudahan dengan niat mulia ini membawa manfaat dan membawa pengaruh untuk keutuhan NKRI dan memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat kita di wilayah perbatasan,” kata dia.
Menurut Ramses, ada sekitar 55 kabupaten/kota di wilayah perbatasan dengan 204 kecamatan yang membutuhkan sentuhan dan manfaat dari kerja sama ini. Bukan hanya dalam segi pendidikan, kesehatan, transportasi, jalanan, bahkan ada daerah-daerah yang untuk listrik dan sinyal internet saja bersumber dari negara tetangga.
Ia berharap dengan kerjasama ini membuat masyarakat perbatasan lebih diperhatikan oleh negara. Jangan sampai mereka merasa diasingkan di negerinya sendiri yang bisa berdampak menurunkan semangat nasionalisme mereka.
“Sekali lagi kami atas nama BNPP berterima kasih mudah-mudahan ini menjadi kegiatan yang bisa segera aksi. Di sini kita tidak bisa secara langsung 204 kecamatan tapi secara bertahap sehingga program dari Baznas bisa secara simultan dengan kegiatan-kegiatan kementerian lain maupun yang menjadi konsen dari BNPP sendiri,” kata Ramses. (H-2)
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) untuk mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan.
Pesan perdamaian, kesejukan, dan keharmonisan harus terus disebarluaskan, bersamaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Banyak hal positif yang dapat dilakukan BNPP, terlebih dengan adanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Satelit Republik Indonesia (Satria-1) yang akan diluncurkan pada 19 Juni 2023) waktu Indonesia, di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS).
Pelaksanaan Tarhib Ramadan di ruang publik seperti Terowongan Kendal bertujuan untuk mendekatkan Baznas dengan masyarakat sekaligus memperluas literasi zakat.
Ketua BAZNAS Kota Tangsel Mohamad Subhan mengutarakan sinergi antar-lembaga zakat menjadi kunci dalam menggali potensi zakat secara optimal, khususnya di Provinsi Banten.
Dana ZIS yang terhimpun akan dikelola secara amanah dan profesional serta diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi mustahik.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium.
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved