Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Keluarga Humanitarian Forum Indonesia (HFI) resmi menyepakati penguatan sinergi kemanusiaan yang berfokus pada mitigasi bencana. Langkah strategis ini ditandai dengan Deklarasi Komitmen bersama Kesiapsiagaan Bencana berbasis Rumah Ibadat yang diselenggarakan di tengah momentum buka puasa bersama di Kantor Baznas RI, Jakarta.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyebut inisiatif ini merupakan terobosan penting bagi dunia kemanusiaan, terutama dalam memposisikan rumah ibadat sebagai garda terdepan penanganan krisis. “Ini inisiatif yang sangat luar biasa dan sejalan dengan perhatian Baznas terutama terkait dengan rencana kesiapsiagaan bencana” jelas Rizaludin dikutip dari keterangannya, Selasa (3/3).
Ia menekankan, isu kebencanaan erat kaitannya dengan misi Baznas. Selama ini pihaknya memandang penanganan bencana sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga Maqashid Syariah, khususnya dalam aspek lingkungan (Hifzhun Bi’ah).
"Tema tentang kebencanaan, kenapa Baznas memasukkan ini karena kita di zakat ini memasukkan tambahan Maqashid Syariah yaitu Hifzhun Bi'ah (menjaga lingkungan). Bencana ini banyak terkait dengan lingkungan, maka Pak Arifin (Deputi I Baznas RI) bikin Green Zakat, itu juga untuk menguatkan kepedulian kita terhadap kebencanaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Rizaludin memastikan bahwa setiap dana zakat yang dikelola Baznas akan disalurkan secara transparan kepada delapan golongan yang berhak (asnaf), termasuk bagi mereka yang terdampak bencana. Ia menegaskan komitmen Baznas untuk tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga melakukan langkah-langkah preventif dan edukatif.
Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Romi Ardiansyah, menegaskan, penguatan kerukunan lintas iman melalui program "Kesiapsagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat" menjadi perwujudan salah satu pilar utama dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030 yang telah disahkan.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk mengonversi semangat keguyuban antarumat beragama menjadi aksi nyata dalam mengelola isu-isu kemanusiaan di Indonesia secara kolaboratif. "Kemudian konsen kita adalah bagaimana memperkuat keguyuban lintas agama dengan menghadirkan rumah ibadat tangguh bencana. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga sebagai bangsa yang juga punya konsen iman dan lintas iman yang kuat, isu-isu kebencanaan dan kemanusiaan bisa kita kelola bersama,” tuturnya.
Pada saat ini bersama pemerintah dan lembaga agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budda dan KongHucu sedang mengawal pembuatan regulasi Rumah Ibadat Tangguh Bencana. Dengan adanya regulasi diharapkan rumah ibadat yang khususnya di daerah rawan bencana menjadi Tangguh bencana.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pimpinan lembaga kemanusiaan anggota dan mitra HFI dari pemerintah dan lembaga kemanusian di Indonesia. Penandatangan Komitmen Bersama Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat sebagai simbol kesiapan rumah ibadat di seluruh Indonesia dalam menghadapi potensi bencana. Melalui kolaborasi ini, diharapkan rumah ibadat dapat berfungsi optimal sebagai tempat berlindung yang aman dan pusat koordinasi bantuan kemanusiaan yang inklusif.
Humanitarian Forum Indonesia adalah forum kemanusiaan berbasis agama di Indonesia yang bertujuan untuk mempromosikan nilai, norma dan prinsip kemanusiaan, advokasi, pengembangan platform, komunikasi dan berbagi informasi, serta memfasilitasi tujuan.
Pada saat ini anggota HFI ada 20 lembaga yaitu : Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Dompet Dhuafa, Wahana Visi Indonesia (WVI), YAKKUM Emergency Unit (YEU), Caritas Indonesia (KARINA), Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM), Human Initiative, Yayasan Cita wadah Swadaya, Habitat for Humanity Indonesia (HFHI), Biro Pengurangan Risiko Bencana Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PRB-PGI), Rebana Indonesia, Rumah Zakat (RZ), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), ADRA Indonesia, Asian Muslim Charity Foundation (or Yayasan Muslim Asia), Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia, Nurul Hayat DT Peduli dan World Harvest Indonesia. (H-2)
Panitia perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Masjid Baiturrahman mengumpulkan dan menyalurkan zakat fitrah di masjid setempat, Gunung Wijil, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Jawa Barat memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
Ajakan tersebut disampaikan Tsamara dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, Melalui Media Massa dan Silaturahmi Forum Matraman yang diselenggarakan oleh Baznas RI di Jakarta.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan Baznas dengan praktisi/pimpinan media massa.
Bantuan kemanusiaan untuk Iran itu terdiri dari 45 ton obat-obatan dan suplai medis, serta perlengkapan kebersihan, baju anak-anak hingga makanan.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh menyalurkan bantuan kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie, Selasa (17/3).
Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim turun langsung membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian baru kepada 3.774 anak Palestina yang ada di Gaza dan Yerusalem.
Distribusi paket pangan di sejumlah wilayah di Palestina ini memerlukan koordinasi yang sangat detail mengingat sensitivitas wilayah tersebut.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved