Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan alat bantu pendengaran kepada anak penyandang disabilitas rungu dan wicara dari keluarga prasejahtera di Tebet, Jakarta Selatan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum rentan yang menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi ekonomi.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Baznas dalam menghadirkan kemaslahatan umat, khususnya bagi penyandang disabilitas dari keluarga prasejahtera melalui pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan keberpihakan Baznas terhadap kaum rentan, seperti penyandang disabilitas. Zakat yang para muzaki salurkan kepada Baznas kami optimalkan untuk membantu para mustahik, salah satunya dengan menyalurkan alat bantu pendengaran bagi anak dari keluarga prasejahtera,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3).
"Kami memahami gangguan pendengaran seringkali menjadi hambatan besar dalam aktivitas sehari-hari, pendidikan dan kesempatan lainnya, yang pada akhirnya dapat memperburuk keadaan ekonomi," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, lanjut Saidah, Baznas memberikan alat bantu pendengaran kepada Amirah, seorang pelajar sekolah menengah pertama, yang tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kos di kawasan Tebet Dalam. Sejak kecil, Amirah mengalami gangguan pendengaran yang memengaruhi kemampuan komunikasi serta proses belajarnya di sekolah.
Menurut Saidah, akses terhadap alat bantu dengar yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga kurang mampu karena harganya yang relatif mahal.
"Ibu Amirah kesehariannya hanya bekerja sebagai penjaga sekaligus yang membersihkan rumah kos itu. Penghasilannya pun sangat minim dibandingkan dengan beban biaya hidup di sebuah kota besar," ujar Saidah.
Saidah menyampaikan, keterbatasan ekonomi membuat keluarga Amirah belum mampu menyediakan alat bantu dengar yang memadai. Akibatnya, Amirah kerap mengalami kesulitan saat mengikuti pelajaran di kelas maupun berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, melalui pemasangan alat bantu dengar yang baru ini, Amirah kini dapat mendengar suara dengan lebih jelas. Ia menjadi lebih responsif terhadap suara di sekitarnya dan lebih terbantu saat belajar di sekolah,” kata Saidah.
Lebih lanjut, Saidah menegaskan Baznas akan terus memperluas jangkauan bantuan bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu meningkatkan prestasi akademik serta kepercayaan diri penerima manfaat.
"Kami akan terus memastikan setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya. (H-2)
Panitia perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Masjid Baiturrahman mengumpulkan dan menyalurkan zakat fitrah di masjid setempat, Gunung Wijil, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Jawa Barat memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
Ajakan tersebut disampaikan Tsamara dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, Melalui Media Massa dan Silaturahmi Forum Matraman yang diselenggarakan oleh Baznas RI di Jakarta.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan Baznas dengan praktisi/pimpinan media massa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved