Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali melaksanakan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Bahasa Isyarat di Yayasan Ibtisamah Mulia, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan agama Islam bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan program ini menjadi komitmen Baznas dalam memastikan akses pendidikan agama yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
“Baznas ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki akses penuh terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Lebih dari itu, kami juga mendorong lahirnya pengajar dari kalangan difabel agar program ini berkesinambungan,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (2/9).
Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa, yang dibimbing langsung oleh dua pengajar lulusan ToT Baznas, yakni Fatiyahnur Meilinda dan Flafirsty Azzahra Marumi, yang juga merupakan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Saidah menegaskan, sebagai lembaga negara yang mengemban amanah undang-undang, Baznas harus hadir untuk semua golongan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
"Kami berkewajiban memastikan distribusi manfaat zakat menyentuh mereka yang sering terpinggirkan, termasuk kaum disabilitas. Kami ingin memastikan hak mereka untuk belajar agama terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Berbeda dengan pelaksanaan di sekolah formal, jelas Saidah, pengimbasan di Yayasan Ibtisamah Mulia Deaf Learning Center ini tidak hanya fokus pada pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat, tetapi juga mencakup materi pelajaran agama Islam secara umum.
"Kurikulum tersebut mencakup pemahaman ibadah, akhlak, hingga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi bentuk nyata bahwa akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas rungu harus menyeluruh, baik dari segi pemahaman ibadah maupun nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," kata Saidah.
Untuk memastikan kualitas implementasi, lanjut Saidah, kegiatan ini turut dimonitoring oleh tim Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI. Monitoring dilakukan untuk menilai efektivitas metode pembelajaran sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan peserta.
"Monitoring juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara Baznas dan komunitas lokal, sehingga program dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata. Baznas menargetkan dakwah inklusif ini menjangkau lebih banyak daerah di masa mendatang," ujar Saidah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ibtisamah Mulia, Amatullah Basiimah, menyambut baik pelaksanaan pengimbasan yang dilaksanakan bersama Baznas RI. Menurutnya, kegiatan tersebut telah membuka jalan bagi komunitas difabel untuk mengakses pendidikan agama yang layak.
Ia menambahkan, pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga dapat menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat luas. Hal ini diharapkan mendorong lahirnya masyarakat inklusif yang saling menghargai perbedaan.
“Kami berharap kerja sama ini berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan memahami pentingnya bahasa isyarat dalam dakwah Islam,” ucapnya. (H-2)
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved