Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Zmart yang digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Salah satunya dialami Faizatun Nasiroh, pedagang kelontong asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang kini berhasil meraih omzet sekitar Rp17 juta hingga Rp21 juta per bulan setelah mendapatkan pendampingan dari program tersebut.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa Zmart merupakan salah satu program unggulan Baznas dalam memberdayakan mustahik melalui penguatan usaha ritel mikro.
“Program Zmart ini kami rancang untuk membantu para mustahik yang memiliki usaha kecil, terutama warung kelontong, agar lebih berkembang dan berdaya saing. Bantuan tidak hanya berupa modal usaha, tapi juga branding, pendampingan, hingga manajemen usaha yang lebih baik,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (7/10).
Saidah menegaskan, keberhasilan Faizatun menjadi bukti nyata zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga mustahik. Semakin banyak mustahik yang terbantu, semakin besar pula kontribusi zakat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.
“Ketika mustahik bertransformasi menjadi muzaki, di situlah tujuan utama zakat tercapai. Hal ini yang terus Baznas dorong melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk Zmart,” ucap Saidah.
Sementara itu, Faizatun mengaku bersyukur atas dukungan Baznas yang membuat usahanya semakin berkembang. Ia mengaku sempat bingung mengatur modal dan stok barang, tapi setelah ada pendampingan Zmart, usahanya lebih tertata dan omzet pun stabil.
“Alhamdulillah, setelah dibantu program Zmart Baznas, warung saya jadi lebih tertata dan barang dagangan juga lebih lengkap. Pendapatan harian jadi lebih pasti, di kisaran tujuh ratus ribu rupiah,” tutur Faizatun dengan penuh syukur.
Ia menambahkan, bantuan dari Baznas tidak hanya memberikan modal, namun juga menghadirkan pengetahuan baru dalam mengelola warung secara lebih profesional. Hal itu membuat dirinya semakin percaya diri dalam menjalankan usaha yang kini mampu menopang kebutuhan keluarga.
“Harapannya, warung ini bisa terus maju dan besar. Saya berterima kasih kepada Baznas dan semua yang telah berzakat, karena zakat mereka telah membuka jalan rezeki dan harapan baru bagi saya dan keluarga,” tandasnya. (H-2)
Panitia perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Masjid Baiturrahman mengumpulkan dan menyalurkan zakat fitrah di masjid setempat, Gunung Wijil, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Jawa Barat memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
Ajakan tersebut disampaikan Tsamara dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, Melalui Media Massa dan Silaturahmi Forum Matraman yang diselenggarakan oleh Baznas RI di Jakarta.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan Baznas dengan praktisi/pimpinan media massa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved