Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Natuna Dibidik jadi Sentra Unggas Kawasan Perbatasan

Hendri Kremer
03/3/2026 00:57
Natuna Dibidik jadi Sentra Unggas Kawasan Perbatasan
Area sentra unggas di Kabupaten Natuna.(Dok. MI)

KABUPATEN Natuna dibidik menjadi sentra unggas di kawasan perbatasan melalui rencana pembangunan pabrik pullet yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Natuna. Proyek tersebut diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memasok wilayah sekitar di kawasan kepulauan.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan pembangunan pabrik pullet menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan posisi Natuna sebagai daerah perbatasan yang produktif.

“Selama ini kebutuhan telur dan daging ayam masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dengan produksi sendiri, kita ingin Natuna tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga produsen,” katanya, Senin (2/3).

Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan Padang Angus, Binjai, untuk mendukung proyek sentra unggas tersebut. Di atas lahan itu direncanakan pembangunan lima kandang dengan kapasitas total 100 ribu pullet atau ayam petelur muda siap produksi. Selain itu, akan dibangun fasilitas cold storage berkapasitas 100 ton dan rumah potong hewan (RPH) unggas guna mendukung produksi ayam pedaging.

Menurut dia, pengembangan sektor unggas ini dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari pembibitan, pembesaran, produksi telur, hingga distribusi akan dikelola secara sistematis agar mampu menjamin ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran.

Sebagai daerah kepulauan, Natuna selama ini menghadapi tantangan distribusi logistik yang berdampak pada fluktuasi harga bahan pangan, terutama saat cuaca buruk mengganggu transportasi laut. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mencari solusi jangka panjang melalui penguatan produksi lokal.

Pendanaan proyek direncanakan bersumber dari Danantara melalui skema kerja sama dengan pihak swasta. Pemerintah berharap kolaborasi ini mampu mempercepat realisasi pembangunan sekaligus memastikan pengelolaan dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Natuna, hasil produksi unggas nantinya diproyeksikan dapat memasok wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas. Jika kapasitas produksi telah optimal, Natuna diharapkan menjadi salah satu pusat distribusi unggas di kawasan perbatasan Provinsi Kepulauan Riau.

Program ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran sentra unggas baru diperkirakan membuka peluang usaha turunan seperti penyediaan pakan, jasa transportasi, hingga perdagangan hasil ternak. Di sisi lain, proyek tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan penguatan sektor peternakan unggas, Pemerintah Kabupaten Natuna menargetkan terwujudnya kemandirian pangan sekaligus peningkatan daya saing wilayah perbatasan sebagai wilayah yang produktif dan mandiri secara ekonomi. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya