Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

MBG Dongkrak Permintaan Telur dan Ayam, Kementan Siapkan 323 Fasilitas Baru

Media Indonesia
24/11/2025 15:00
MBG Dongkrak Permintaan Telur dan Ayam, Kementan Siapkan 323 Fasilitas Baru
Ilustrasi(Antara)

Permintaan telur dan daging ayam terus meningkat seiring berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, industri unggas perlu bertransformasi guna mengoptimalkan anggaran Rp 200 triliun agar produksi telur dan daging ayam tidak defisit.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda mengatakan, arah kebijakan nasional dalam pemanfaatan anggaran Rp 20 triliun untuk mendukung integrasi serta modernisasi sektor peternakan unggas.

"Sangat penting menjaga keseimbangan pasokan permintaan, penguatan sistem kesehatan hewan, serta pembangunan ekosistem unggas terpadu lintas wilayah di Indonesia," ungkap dia saat Sarasehan Peternakan Unggas di Fakultas Peternakan, Sabtu (22/11). 

Ia memaparkan, pada 2024, produksi nasional telur ayam sebanyak 6,2 juta ton, sedangkan kebutuhan telur 6,03 juta ton, sehingga surplus 0,17 juta ton. Sementara itu, produksi daging ayam mencapai 4,03 juta ton, sedangkan kebutuhan daging ayam 3,72 juta ton, sehingga surplus 0,31 juta ton. 

Namun, pada 2025, kebutuhan telur naik seiring kehadiran program prioritas pemerintah dalam pemenuhan gizi nasional ini. Adapun kebutuhan telur sekitar 0,7 juta ton dan daging ayam sebanyak 1,1 juta ton. Alhasil, daging ayam dan telur mengalami defisit sehingga menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah. 

Untuk mencukupi kebutuhan itu, output utama yang dibutuhkan adalah penambahan 323 unit fasilitas industri ayam dilakukan di hulu dan hilir, yang mencakup pabrik pakan 28 unit, kandang Grand Parent Stock (GPS) 9 unit, kandang Parent Stock (PS) 14 unit, serta kandang Pullet 120 unit. 

Selain itu, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU)/Cold Storage juga bertambah 135 unit, pabrik olahan daging 8 unit, pabrik olahan telur 8 unit, dan pabrik vaksin/obat 1 unit. Semua itu tersebar di 29 provinsi di luar Pulau Jawa dan Jawa Timur.

Agung Suganda juga menyebut bahwa produksi ayam, baik daging maupun telur, sebanyak 63% berada di Pulau Jawa. "Memang ekosistem yang sudah establish, atau sudah berjalan ya, di Pulau Jawa ini. Oleh karena itu, maka pemerintah sekarang mendorong pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa," kata dia.

Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan mengingatkan kepada pemerintah agar tidak hanya fokus menjaga kestabilan harga pangan dan ketersediaan pasokan. "Nasib petani juga harus diperhatikan. Jangan sampai mereka malah rugi," tegas Herry.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan, Budi Guntoro mengatakan, sarasehan diikuti 125 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari peternak, birokrat, akademisi, hingga pelaku industri perunggasan. 

Sarasehan ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dari rencana integrasi peternak ayam berbasis anggaran serta mengurai tantangan struktural yang perlu diantisipasi pemerintah dan industri.

"Kita juga berharap ada rekomendasi yang membangun untuk kebijakan, investasi, dan penguatan kelembagaan peternak. Selain tentu saja untuk mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan peternak," ujar Budi. (AT)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya