Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Lili Romli menyebut tidak ada urgensi atau situasi yang mendesak bagi Presiden Joko Widodo hingga harus melakukan perombakan atau menambah wakil menteri di kabinet.
Sebagaimana dikabarkan, Jokowi bakal melantik Sudaryono dan Thomas Widjandono, politisi Partai Gerindra, sebagai wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Sudaryono dikabarkan bakal mengisi posisi Wakil Menteri Pertanian dan Thomas menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan II. Keduanya merupakan orang dekat Prabowo Subianto.
“Dengan sisa waktu yang hanya tinggal beberapa bulan, publik akan melihat tidak ada urgensinya mengangkat para wamen tersebut,” papar Lili, Kamis (18/7).
Baca juga : Istana Konfirmasi Presiden Jokowi Lantik 3 Wakil Menteri Kamis Sore Ini
Lili menyebut masyarakat akan melihat pelantikan para wamen itu sebagai ajang bagi-bagi jabatan.
“Publik akan cenderung melihat ini sebagai bagi-bagi jabatan saja daripada untuk meningkat kinerja kementerian,” tegasnya.
Istana Kepresidenan telah mengonfirmasi bahwa Presiden Joko Widodo dijadwalkan melantik tiga wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (18/7) sore ini. Pelantikan tersebut rencananya dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB. Hal itu disampaikan Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana.
Ari mengungkapkan posisi wakil menteri yang akan dilantik Presiden Jokowi adalah penambahan wakil menteri keuangan, pengangkatan wakil Menteri investasi, serta pergantian wakil menteri pertanian.
"Mengenai siapa nama-nama yang akan dilantik, nanti ditunggu saja pukul 15.00 WIB," kata Ari melalui pesan singkat kepada wartawan. (Z-11)
WAKIL Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono disebut telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra terkait pencalonan dirinya menduduki jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)
Simak profil lengkap Thomas Djiwandono, keponakan Prabowo yang diusulkan menjadi Deputi Gubernur BI. Fokus pada karier, pendidikan, dan visi ekonomi.
Bank Indonesia (BI) secara resmi mengonfirmasi pengunduran diri Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan Thomas Djiwandono mundur dari Gerindra sebelum jadi Deputi Gubernur BI guna jaga independensi.
Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Wamenkeu Thomas Djiwandono akan mengundurkan diri dari jabatan politisnya di Partai Gerindra sebelum dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank BI.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan nama Thomas Djiwandono menjadi salah satu yang disebut mengisi posisi deputi gubernur BI
ARAH pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin tak jelas dan tampak serampangan. Penambahan kursi wakil menteri (wamen) di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
PAKAR Kebijakan Publik, Agus Pambagio, mendesak pemerintah untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal larangan wakil menteri untuk rangkap jabatan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal larangan wakil menteri merangkap jabatan. Kajian ini diharap bisa mencegah celah korupsi terbuka.
MK mengabulkan sebagian gugatan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. MK melarang wakil menteri atau wamen rangkap jabatan.
Mahkamah Konstitusi secara tegas melarang wakil menteri merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.
Mahkamah Konstitusi secara resmi melarang wakil menteri atau wamen merangkap jabatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved