Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS pencabulan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak kandungnya sendiri marak terjadi saat ini. Sebelumnya, kasus pencabulan ibu terhadap anaknya terjadi di Tangerang Selatan, kini kasus serupa pun juga terjadi di Bekasi, Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Sosiolog Kriminalitas Dosen Purna dari Universitas Gadjah Mada, Soeprapto mengatakan bahwa banyak ibu yang tega melakukan hal bejat seperti itu karena adanya pihak tertentu yang memanfaatkan para ibu tersebut dengan iming-iming imbalan uang. Sehingga, banyak ibu yang tergiur hingga melakukan hal bejat itu demi uang.
"Mencari orang yang mau melakukan adegan aktivitas seksual itu tidak mudah, maka mereka para pihak itu berusaha mencari orang-orang yang mau melakukannya, dan biasanya dicari orang yang dapat diiming-imingi imbalan uang, karena desakan kebutuhan ekonomi," kata Soeprapto saat dihubungi, Jumat (7/6).
Baca juga : Kekerasan Seksual Ibu terhadap Anak Kandung di Bekasi Diperintah Akun Facebook Icha Shalika
Menurutnya, sebenarnya upaya pemerintah untuk mengantisipasi dan menanggulangi kekerasan seksual ini sudah dilakukan, salah satu dengan menempatkan polisi wanita (polwan) di kelurahan-kelurahan atau desa.
Namun, karena rasio polisi dan penduduk di Indonesia masih sekitar 1 banding 2.000 maka tidak mudah untuk dengan cepat memberantas tuntas.
"Jadi untuk memberantas ini harus bertahap dan harus melibatkan pihak lain secara sistemik dan integratif," ujarnya.
Soeprapto juga mendorong agar pemerintah dan kepolisian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kontrol atau pengawasan terhadap fenomena tersebut. Hal itu dilakukan agar fenomena ini dapat diberantas dan tidak semakin banyak yang menjadi korban.
"Pengawasan tersebut dapat dilakukan secara langsung di dunia nyata maupun secara tidak langsung di area elektronik," tuturnya. (Fik/Z-7)
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Guru kelas 1 UPTD SDN Sawah 01, Mulyani, mengungkapkan dirinya telah mengabdikan diri mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 30 tahun.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik PT Aspex Kumbong di Cileungsi dilakukan dengan kuota 200 ton per hari.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
Tim Satuan Tugas (Satgas) akan dikerahkan secara intensif untuk melakukan pengangkutan sampah yang masih menumpuk di berbagai wilayah pemukiman maupun protokol.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved