Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) tak diundang dalam acara rapat kerja nasional PDIP yang berlangsung pada tanggal 24-26 Mei 2024.
Diketahui, PDIP mengadakan Rakernas sebagai momentum penting untuk merumuskan sikap politik sesuai dengan dinamika politik nasional.
Menanggapi itu, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menerangkan tak diundangnya Jokowi menegaskan bahwa hubungannya dengan PDIP sudah berakhir.
Baca juga : Peneliti BRIN Sebut 2 Parpol Ini Cocok Sebagai Pelabuhan Jokowi
“Ya memang sudah tidak hubungan kan, Ketua Mahkamah Partai PDIP Komarudin mengatakan bahwa Jokowi bukan lagi bagian PDIP dan itu sudah tidak diakui,” ungkap Ujang kepada Media Indonesia, Kamis (16/5).
“Artinya ini jelas dan clear walaupun Jokowi masih presiden tapi tidak diundang ini adalah jawaban teka-teki kejelasan dari PDIP yang dulu sebelum pilpres sudah tidak lagi bersama Jokowi,” ujarnya.
Ujang membeberkan PDIP sudah tidak lagi mengakui Jokowi bahkan sudah tidak lagi membutuhkan Jokowi.
Baca juga : Jokowi dan Gibran Diklaim ke Golkar, Politikus Senior PDIP: Saya Senang
“Itu konsekuensi dari perbedaan pilihan dan pandangan antara PDIP dan Jokowi,” tandasnya.
Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat menerangkan Rakernas PDIP mengangkat tema 'Satya Eva Jayate' yang memiliki makna Kebenaran Pasti Menang.
"Penggunaan sumber daya negara dan alat-alat negara serta berbagai upaya lain yang mengkerdilkan demokrasi yang sering disebut beberapa pengamat sedang memasuki kegelapan demokrasi," ucap Djarot kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis. (Z-8)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Rakernas Amdatara ini bertujuan merumuskan arah kebijakan organisasi demi mendorong pertumbuhan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang sehat dan berkelanjutan
Presiden RI ke-7, Joko Widodo menegaskan dukungan dan harapan besarnya terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) usai memberikan motivasi langsung dalam Rakernas
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved