Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOALISI partai politik (parpol) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024 dinilai potensial duplikat dari Pemilihan Presiden (Pilpres 2024). Komposisi poros juga diyakini tak jauh berbeda.
"Pilgub Jakarta berpeluang duplikat poros pilpres terulang," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada Medcom.id, Rabu, 1 Mei 2024.
Jamiluddin mengatakan saat ini banyak tokoh nasional yang mengemuka dalam bursa calon gubernur (cagub) pada Pilgub Jakarta 2024. Dari nama yang muncul terlihat berasal dari partai yang berbeda.
Baca juga : Soal Peluang Maju di Pilgub DKI Jakarta, Anies Baswedan: Jeda Dulu
Dari PDIP, kata Jamiluddin, muncul nama Menteri Sosial Tri Rismaharini, mantan Panglima TNI Andika Perkasa, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sedangkan, dari Partai Golkar muncul nama Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar serta dua Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil (RK) dan Erwin Aksa.
"Dari PKS ada Sohibul Iman, Mardani Ali Sera, dan Khoirudin. Dari NasDem muncul Ahmad Syahroni, PSI ada Kaesang Pangarep, Gerindra ada Ahmad Riza Patria, dan PPP memunculkan Sandiaga Uno. Sementara dari non partai muncul Anies Baswedan dan Heru Budi Hartono," jelas Jamiluddin.
Menurut dia, dari nama-nama tersebut ada kemungkinan muncul beberapa poros. Poros pertama, kemungkinan terdiri dari Golkar, Gerindra, Demokrat, PSI, dan PAN.
Baca juga : NasDem Tunggu Putusan MK Sebelum Tentukan Sosok untuk Pilgub DKI Jakarta
"Poros ini bisa saja mengusung Ridwan Kamil - Kaesang Pangarep atau Erwin Aksa - Kaesang," ucap dia.
Poros kedua, terbuka bagi PDIP dan PPP. Kalau ini terwujud, kata Jamiluddin, poros tersebut memunculkan Tri Rismaharini-Sandiaga Uno atau Ahok-Sandi.
Poros ketiga dinilai ada kemungkinan bergabung NasDem, PKS, dan PKB. Poros ini bisa mengusung Anies-Syahroni atau Syahroni-Sohibul Iman. Poros keempat terbuka kemungkinan PDIP dan NasDem bergabung.
"Kalau (poros) ini terbentuk, mungkin akan seru kalau mengusung Anies-Ahok. Pasangan ini berpeluang menang sangat besar," ujar Jamiluddin.
(Z-9)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memberikan jaminan keamanan bagi 270.000 warga Jakarta pemegang kartu Penerima Bantuan Iuran atau PBI BPJS Kesehatan.
Satpol PP DKI Jakarta menjangkau 178 PPKS hingga 9 Februari 2026. Penjangkauan akan ditingkatkan menjelang Ramadan demi ketertiban dan perlindungan sosial warga.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pendatang baru pasca Idul Fitri 1447 H mempersiapkan diri dan memiliki skill, seiring ekonomi Jakarta yang tumbuh positif.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan sebanyak 270.000 peserta PBI BPJS Kesehatan di Jakarta yang terdampak pemutakhiran data akan tetap mendapatkan layanan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya tidak berniat masuk ke gorong-gorong saat mengikuti kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan ambisi besar Jakarta untuk kembali merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pengerukan kali akan dilakukan secara terus-menerus sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir di Ibu Kota.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved