Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman Duriat menilai langkah Presiden Joko Widodo dalam memasukan program presiden terpilih disebut sangat politis dan berpihak.
Sejumlah menteri menyebut program makan siang gratis menjadi turut dibahas dalam rencana kerja pemerintah saat rapat paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/2).
Meskipun pembahasan program makan siang gratis disebut sebagai langkah antisipasi, Jajang mengatakan publik patut curiga langkah ini dapat mempengaruhi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hingga saat ini KPU belum mengumumkan hasil Pemenang pemilu belum secara sah.
Baca juga : Sikap Presiden Ikut Bahas Program Makan Siang Gratis di Rapat Kabinet Dinilai tak Elok
"Sangat aneh jika Presiden Joko Widodo justru sudah memasukan program pasangan tertentu," ujar Jajang ketika dihubungi, Senin (26/2).
Program makan siang gratis merupakan program dari Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Jika alasannya karena urgensi untuk antisipasi dan dikaitkan dengan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, menurut Jajang seharusnya program yang dimasukan dan dibahas dalam RKP bukan hanya program pasangan 02 tapi 01 dan 03 demi keadilan dan ketidakberpihakan Pemerintah saat ini.
Baca juga : Jawaban Sri Mulyani saat Ditanya soal Program Makan Siang
"Langkah Presiden Joko Widodo sudah jelas sangat politis, dan terang-terangan mendukung pasangan 02. Lebih baik presiden Joko Widodo dan pemerintahan saat ini fokus membuat program berdasarkan Rencana jangka Panjang dan rencana jangka menengah yang sudah di susun jauh-jauh hari, bukan malah jadi sibuk mengurusi calon presiden selanjutnya, yang belum ditentukan pemenangnya," papar Jajang.
Program pemerintah baru, sambungnya, bisa dilakukan dengan APBN perubahan. Pemerintah selanjutnya, ujar dia, dapat melakukan penyesuaian dari APBN.
Terkait program makan siang gratis, Jajang mengatakan CBA Juga mencatat di pemerintahan Joko Widodo melalui kementerian sosial sebenarnya sudah ada dan pernah dilaksanakan, tapi untuk lansia.
Berdasarkan catatan itu, program tersebut banyak sekali potensi kebocoran anggaran. Kalaupun pemerintah sekarang ingin memasukan bahasan program makan gratis sebagai referensi dan antisipasi, sebaiknya dibuat rancangan dan konsep yang lebih matang; terkait pendataan, pelaksanaan dan pengawasan.
"Jika dalam pelaksanaannya masih sama seperti program sebelumnya maka ini akan menjadi celah bagi praktik korupsi baru," tukasnya. (Z-5)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Pengamat menilai keberanian pemberantasan korupsi diapresiasi.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
Partai Amanat Nasional (PAN) mewacanakan pengusungan Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons rencana Prabowo Subianto membangun gedung MUI di Bundaran HI yang merupakan cagar budaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved